Pertemuan bersama warga AS dan Diaspora Indonesia dari Komunitas Gamelan San Francisco, Amerika Serikat. (KJRI San Francisco)
Pertemuan bersama warga AS dan Diaspora Indonesia dari Komunitas Gamelan San Francisco, Amerika Serikat. (KJRI San Francisco)

Dialog Komunitas Gamelan San Francisco Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia-AS

Willy Haryono • 28 Maret 2022 12:39
San Francisco: Konjen RI San Francisco, Prasetyo Hadi, telah mengumpulkan dan membangun dialog dengan berbagai komunitas gamelan dan seni yang berada di wilayah San Francisco Bay Area (SFBA), Amerika Serikat (AS), Minggu, 27 Maret.
 
Pertemuan diadakan di Wisma Indonesia dan dihadiri pengurus utama terdiri dari para cendekiawan, pakar, akademisi dan praktisi dari berbagai organisasi musik dan seni Indonesia di SFBA, mulai dari gamelan Bali, Jawa, Sunda (Degung), rampak kendang, penari, sinden, dan seniman lainnya.
 
Pertemuan yang berlangsung serius tapi santai dan akrab tersebut telah membahas strategi penguatan diplomasi seni dan budaya Indonesia di wilayah kerja KJRI San Francisco yang mencakup 8 negara begian dan wilayah di Pantai Barat AS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Konjen Prasetyo mengemukakan secara praktis penguatan strategi diplomasi budaya perlu melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
 
"Keterlibatan dan sinergi berbagai pemangku kepentingan terutama kelompok musik dan seniman asal AS, akan semakin mendukung pelaksanaan diplomasi budaya Indonesia," tambahnya, dalam keterangan tertulis KJRI San Francisco yang diterima Medcom.id, Senin, 28 Maret 2022.
 
Berbagai strategi penguatan diplomasi yang telah dibahas termasuk pertukaran program kegiatan pertunjukan hingga beberapa tahun ke depan, rencana kerja sama pergelaran seni budaya Indonesia di berbagai universitas dan sekolah AS, serta sinergi dan kolaborasi tripartit antara Perwakilan RI, komunitas musik dan seni di AS, dan di Indonesia.
 
Hal menarik dari pertemuan ini, sebagian besar pengurus, pakar, dan pelaku kelompok musik gamelan dan seni yang hadir merupakan warga AS dan diaspora Indonesia, di samping warga Indonesia yang telah lama menetap di Negeri Paman Sam maupun yang tengah melanjutkan studi tikat doktoralnya. 
 
Salah satu kelompok gamelan yang hadir, Gamelan Sekar Jaya, dipimpin Gillian Irwin – seorang etnomusikologi lulusan Universitas California Davis, yang mahir dalam memainkan alat gamelan dan seni musik tradisional Sunda. Pimpinan kelompok musik lainnya yang hadir, Amanda Rose Loveland, merupakan Direktur kelompok Gamelan Swarasanti.
 
Sebagai alumnus penerima beasiswa darmasiswa di Institute Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung tahun 2018, ia lihai dalam memainkan Tari Jaipong dan Tari Topeng. Ada juga Heather Sansky, yang juga penerima darmasiswa tahun 2008 di ISBI Bandung, yang kini menjadi salah satu koordinator senior sekaligus pemain Gamelan Jegog, Sekar Jaya di Berkeley.
 
Aspek audiens juga merupakan bagian terpenting dalam diplomasi budaya. Sehingga penampilan seni tradisional Indonesia oleh warga AS dinilai akan menambah artikulasi seni dan daya tarik bagi warga AS lainnya terhadap Indonesia.
 
"Dedikasi dan kontribusi warga Indonesia di AS pada pertunjukan seni dan budaya patut dihargai, apalagi hal tersebut dilakukan oleh warga AS, tentunya menjadi aset sangat penting pula untuk meningkatkan daya tarik kemegahan budaya tradisional Indonesia," ujar Konjen Prasetyo.
 
Pertemuan yang telah lama tertunda akibat Covid-19 ini diharapkan menjadi momentum menggiatkan kembali berbagai kreativitas seni Indonesia di San Francisco dan wilayah sekitarnya.
 
Konsul Penerangan dan Sosial Budaya yang turut hadir, Mahmudin Nur Al-Gozaly, mengungkapkan situasi pandemi yang kini terus membaik dapat memberikan harapan dan akses bagi penajaman strategi dan sinergi untuk pelaksanaan diplomasi budaya, seperti musik tradisional, mode, film, olah raga, kuliner dan berbagai aktivitas budaya lainnya.
 
"Diplomasi budaya yang dilakukan oleh Perwakilan adalah untuk penguatan nation branding mengenai kekayaan dan keindahan budaya Indonesia di mata publik AS," sebut Mahmudin.
 
Indonesia yang masyarakatnya dikenal multikultural dengan beragam budaya, adat istiadat, bahasa, dan nilai-nilai lokalnya juga merupakan modalitas mendasar bagi penguatan citra positif untuk kemajuan sosial dan ekonomi Indonesia.
 
Dalam hal ini, Konjen Prasetyo Hadi menekankan pentingnya konektivitas diplomasi budaya pada citra positif yang dibangun, akan berdampak pada peningkatan daya tarik Indonesia termasuk beragam potensi ekonomi dan pariwisatanya. Sehingga diplomasi budaya juga dapat mendukung diplomasi ekonomi Indonesia.
 
Baca: KJRI San Francisco Promosikan Pariwisata Indonesia di Pameran Terbesar AS

 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif