Presiden Rusia Vladimir Putin undang Azerbaijan dan Armenia bahas perdamaian. Foto: AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin undang Azerbaijan dan Armenia bahas perdamaian. Foto: AFP

Putin Ajak Menlu Azerbaijan dan Armenia Bahas Perdamaian

Internasional vladimir putin rusia konflik armenia-azerbaijan
Marcheilla Ariesta • 09 Oktober 2020 13:53
Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin mengundang Menteri Luar Negeri Azerbaijan dan Armenia ke Moskow. Keduanya diundang untuk melakukan dialog damai pada hari ini, Jumat, 9 Oktober 2020.
 
Baca: Azerbaijan Bertekad Pulihkan Integritas Wilayah Nagorno-Karabakh.
 
"Presiden Rusia mengeluarkan seruan untuk menghentikan pertempuran di Nagorno-Karabakh atas dasar kemanusiaan untuk menukar jenazah dan tahanan," kata Kremlin dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Anadolu Agency.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pernyataan Kremlin tersebut, Putin mengadakan serangkaian pembicaraan via telepon dengan Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev dan Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan.
 
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov akan menengahi pembicaraan damai tersebut.
 
Hubungan dua negara bekas Soviet ini telah menegang sejak 1991. Saat itu, militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, yang juga dikenal sebagai Karabakh Atas. Wilayah itu diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan.
 
Bentrokan baru meletus pada 27 September lalu. Seruan internasional untuk menghentikan pertempuran tidak diindahkan.
 
OSCE Minsk Group, kelompok yang diketuai bersama oleh Prancis, Rusia dan Amerika Serikat dibentuk pada 1992 untuk menemukan solusi damai atas konflik tersebut. Sayangnya upaya mereka tidak berhasil.
 
Namun, pada 1994, gencatan senjata disepakati keduanya.
 
Menurut Sekretaris Ketiga Misi Azerbaijan untuk PBB, sedikitnya 30 warga sipil Azerbaijan telah tewas dan 144 luka-luka dalam konflik tersebut.
 
Ombudsman Nagorno-Karabakh Artak Beglaryan mengatakan bahwa setidaknya 18 warga sipil tewas di wilayah konflik tersebut setelah permusuhan pecah.
 
Di antara warga sipil yang terluka adalah beberapa jurnalis, termasuk seorang blogger Rusia, Yuri Kotenok, yang terluka parah dalam serangan di gereja Ghazanchetsots.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif