Direktur MFV untuk negara bagian Arizona, Carolina Rodriguez-Greer. (Medcom.id / Marcheilla Ariesta)
Direktur MFV untuk negara bagian Arizona, Carolina Rodriguez-Greer. (Medcom.id / Marcheilla Ariesta)

Laporan dari Amerika Serikat

Diskriminasi Kaum Minoritas Masih Jadi Tantangan Besar untuk Demokrasi AS

Marcheilla Ariesta • 06 November 2022 13:30
Phoenix: Jelang pemilihan paruh waktu (Midterm Election) di Amerika Serikat (AS), berbagai cara dilakukan oleh para sukarelawan untuk membantu para pemilih dalam memberikan suara mereka. Pasalnya, memberikan suara dalam pemilu di AS memiliki beragam tantangan.
 
Salah satu tantangan besar adalah adanya ancaman hingga diskriminasi pada para pemilih dari minoritas, termasuk kelompok Hispanik. Organisasi Mi Familia Vota (MFV - My Family Vote) dibentuk untuk membantu warga AS, khususnya keturunan Hispanik dalam mendapatkan hak mereka memberikan suaranya.
 
Menurut anggota kelompok tersebut, demokrasi sejati adalah demokrasi yang memberikan semua pemilihnya yang memenuhi syarat untuk dapat memiliki suara dalam hasil pemungutan suara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sayangnya, Amerika Serikat tidak memberikan kemudahan bagi mereka yang ingin memilih," kata Direktur MFV untuk negara bagian Arizona, Carolina Rodriguez-Greer, kepada media yang tergabung dalam program Foreign Press Center: Midterm Election Tour 2022, Jumat, 4 November 2022.
 
Menurutnya, pendaftaran pemilu diperumit oleh fakta, bahwa basis data harus terus diperbaharui dari waktu ke waktu. Tak hanya itu, mereka yang boleh memilih adalah yang sudah memiliki surat izin mengemudi (SIM) dan harus mendaftarkannya.
 
Dari sekitar 1,5 juta pemilih Latino yang memenuhi syarat di Arizona, tercatat lebih dari setengahnya ada di daftar pemilih. Hal ini mengurangi kemampuan yang menegaskan kepentingan mereka di negara bagian yang berbatasan dengan Meksiko.
 
Warga Hispanik-Latino di AS mendapat diskriminasi anti-imigran. Rodriguez-Greer menceritakan, bahkan pada pemilihan presiden 2020 lalu, seseorang membagikan selebaran pemilu dalam bahasa Spanyol dengan tanggal yang salah.
 
Menurutnya, hal tersebut disengaja.
 
Meski demikian, kepada Medcom.id ia mengatakan, bahwa dirinya percaya jika demokrasi akan kembali membaik suatu saat ini.
 
"Saya percaya kepada warga Arizona, karena kami telah melewati pemimpin yang sangat berbahaya sebelumnya, dan ancaman berbahaya di komunitas kami. Saya percaya, demokrasi akan lebih baik kedepannya," ucapnya.
 
Arizona menjadi salah satu swing state, di mana banyak warganya masih belum memilih calon yang mereka jagokan. Adapun untuk kandidat Senator dari wilayah Arizona adalah Senator Demokrat Mark Kelly dan kandidat Partai Republik Blake Masters. Sedangkan untuk pertarungan gubernur, kandidatnya adalah Kari Lake dari partai Republik melawan Katie Hobbs dari Demokrat.
 
Setiap dua tahun setelah pemilihan presiden, rakyat AS memilih partai yang mendapat suara mayoritas di kedua kamar Kongres. Semua 435 kursi di DPR ada dalam surat suara, serta 35 dari 100 kursi Senat. Jabatan gubernur juga diperebutkan di 36 negara bagian, dan ada pemilihan anggota parlemen tingkat negara bagian, sekretaris negara bagian dan jaksa agung.
 
Pemilu paruh waktu kali ini menjadi pertarungan habis-habisan antara dua partai besar di Negeri Paman Sam, Republik dan Demokrat. Tahun ini, pemilu paruh waktu akan dilakukan 8 November mendatang.
 
Baca:  Pemilu Paruh Waktu AS: Demokrasi Dipertaruhkan?
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif