Kantor berita negara Rusia RIA mengutip seorang perwakilan kementerian yang mengonfirmasi bahwa situs tersebut memang sedang down.
"Tapi data pribadi pengguna tetap terlindungi," kata kantor berita tersebut, dikutip oleh Channel News Asia, Senin, 6 Juni 2022.
RIA mengatakan, media lain telah melaporkan bahwa peretas situs meminta uang tebusan, dan jika tidak dipenuhi, maka lebih banyak data pengguna akan dirilis ke publik.
Banyak perusahaan milik negara Rusia dan organisasi berita telah mengalami upaya peretasan sejak Rusia mengirim angkatan bersenjatanya ke Ukraina pada 24 Februari.
Serangan peretasan pada awal Mei membuat situs hosting video RuTube berstatus offline selama tiga hari. Peretasan juga sempat mengubah menu televisi satelit di Moskow pada Hari Kemenangan, ketika Rusia merayakan ulang tahun ke-77 mengenai kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman.
Secara terpisah, kantor berita UNIAN Ukraina melaporkan, pertandingan sepak bola Ukraina-Wales oleh OLL.TV online untuk sementara telah diretas.
Sementara itu sejak 24 Februari lalu, Rusia mengatakan sedang melakukan 'operasi militer khusus' di Ukraina yang dipandang negara-negara Barat sebagai invasi. Rusia menegaskan bahwa tujuan dari operasi khusus itu adalah untuk melucuti persenjataan Ukraina dan melakukan de-Nazi-fikasi.
Ukraina dan negara-negara Barat menganggap pernyataan Rusia hanya justifikasi atas invasi.
Baca: Situs Media Pemerintah Rusia Diretas, Ini Isi Pesan Hacker Anonymous
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News