Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki berbicara kepada awak media. (AFP)
Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki berbicara kepada awak media. (AFP)

Jelang Dialog NATO-Rusia, AS Berharap Diplomasi Mampu Cegah Invasi Rusia

Marcheilla Ariesta • 12 Januari 2022 13:16
Washington: Amerika Serikat (AS) dan sekutunya di Eropa mengkoordinasikan sikap mereka menjelang dialog antara Rusia dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dalam upaya meredakan krisis perbatasan Ukraina. Pertemuan dilakukan usai AS dan Rusia berdialog terkait isu yang sama.
 
Utusan dari Washington dan Moskow mengadakan pembicaraan di Jenewa, Swiss pada Senin kemarin. Dalam pertemuan itu, AS berupaya mencegah konfrontasi usai Rusia mengerahkan pasukan ke dekat Ukraina dan menuntut konsesi keamanan yang luas kepada kekuatan Barat.
 
Hari ini, Rabu, 12 Januari 2022, NATO bertemu delegasi Rusia. Pembicaraan akan dilakukan di markas NATO di Brussel, Belgia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


AS berharap diplomasi dalam pertemuan hari ini dapat mencegah 'ancaman tersirat' Rusia untuk meluncurkan invasi ke Ukraina.
 
"Terlalu dini untuk mengatakan jika Rusia serius mengenai jalan menuju diplomasi. Jika mereka siap bernegosiasi dengan serius, kami juga serius," kata juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, dilansir dari AFP.
 
"Hubungan NATO dengan Ukraina adalah masalah Ukraina dengan 30 sekutu NATO, tidak bisa ditentukan negara lain," lanjutnya, merujuk pada permintaan Rusia yang meminta agar negara tetangganya itu tidak menjadi anggota NATO.
 
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan kembali permintaannya agar Prancis dan Jerman bergabung dalam pertemuan puncak internasional antara Moskow dan Kiev untuk mengakhiri konflik. Kepresidenan Prancis mengatakan, Kremlin telah menyetujui pembicaraan dengan Prancis, Jerman dan Ukraina pada akhir Januari.
 
"Ukraina menyambut baik niat dan upaya Amerika Serikat-Rusia juga NATO-Rusia untuk mengurangi ketegangan dan menyelesaikan semua masalah bersama di meja perundingan," kata juru bicara presiden Ukraina, Sergiy Nykyforov.
 
"Kami mempercayai mitra-mitra kami, dan pernyataan tegas mereka bahwa tidak akan ada keputusan apapun mengenai Ukraina tanpa melibatkan kami," lanjut dia. Menlu Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan, persatuan adalah kunci melawan 'ultimatum Rusia.'

Pertemuan AS-Rusia Nihil Kesepakatan

Sementara itu, Wakil Menteri Luar AS Wendy Sherman menegaskan bahwa Washington menolak proposal keamanan Rusia. Penolakan ini telah disampaikan Sherman kepada Deputi Menlu Rusia Sergei Ryabkov dalam pertemuan di Jenewa yang berlangsung selama delapan jam Senin kemarin.
 
Proposal yang dimaksud adalah, Rusia tidak mau NATO memperluas ekspansi militer ke wilayah tengah dan timur Eropa. Rusia juga meminta NATO untuk tidak menerima permohonan keanggotaan dari Ukraina atau negara-negara pecahan Uni Soviet lainnya.
 
Baca:  NATO Tolak Permintaan Rusia Soal Perluasan Pengaruh Militer
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif