Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (AFP)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (AFP)

Populer Internasional: Turki Ingin Bantu PLTN Zaporizhzhia hingga Pemilu Paruh Waktu AS

Willy Haryono • 04 September 2022 10:16
Ankara: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, negaranya dapat menengahi kebuntuan terkait pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia milik Ukraina yang diduduki pasukan Rusia. Ia menyampaikan hal itu kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.
 
Pernyataan Erdogan menjadi salah satu berita terpopuler di kanal internasional Medcom.id pada Minggu, 4 September 2022.
 
Dua berita terpopuler lainnya adalah kematian puluhan orang dalam serangan kelompok al-Shabaab dan pemilihan umum paruh waktu (midterm election) di Amerika Serikat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berikut selengkapnya:

Erdogan Yakin Turki Dapat Bantu Atasi Masalah di PLTN Zaporizhzhia

"Presiden Erdogan menyatakan bahwa Turki dapat memainkan peran fasilitator di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhia, seperti yang mereka lakukan dalam kesepakatan biji-bijian," kata kantor kepresidenan Turki.
 
Hal ini mengacu pada perjanjian ekspor biji-bijian yang ditandatangani pada Juli lalu oleh Kiev dan Moskow dengan PBB dan Turki sebagai penjamin.
 
Bulan lalu, Erdogan memperingatkan bahaya bencana nuklir ketika dia mengunjungi Lviv untuk berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
 
Apa lagi yang disampaikan Erdogan terkait isu PLTN Zaporizhzhia ini? Cek selengkapnya di sini.

20 Warga Sipil Somalia Tewas dalam Serangan Kelompok Teror Al-Shabaab

Sebanyak 20 warga sipil Somalia tewas dalam serangan yang dilakukan kelompok teroris al-Shabaab. Serangan tersebut ditargetkan kepada konvoi yang membawa pasokan makanan.
 
Insiden ini terjadi ketika negara di Tanduk Afrika (Horn of Africa) itu tengah berjuang melawan kekeringan dan kekurangan pangan terburuk dalam 40 tahun terakhir. 
 
Pemerintah pusat Somalia di Mogadishu mengutuk keras serangan di Hiran, menggambarkannya sebagai sebuah aksi biadab. Pemerintah bersumpah akan merespons cepat pelaku penyerangan.
 
Apa lagi yang disampaikan Pemerintah Somalia atas serangan di Hiran? Cek selengkapnya di sini.

Jelang Pemilu Paruh Waktu, Pemuda AS Tak Suka Campurkan Politik dengan Agama

Amerika Serikat (AS) akan segera menggelar kembali pemilu paruh waktu (midterm election) pada 8 November mendatang. Pemilu ini biasanya merujuk pada pemilihan legislatif. Di Amerika Serikat, pemilu ini dirancang bagi pemilih untuk teratur memilih perwakilan.
 
Biasanya, masa jabatan pejabat yang dipilih hanya berlangsung beberapa tahun. Jadi, pemilu ini berfungsi untuk menggantikan kursi yang kosong karena akhir masa jabatan.
 
Di Indonesia, saat pemilihan anggota DPR, agama terkadang dibawa ke ranah politik. Hal serupa juga terjadi di Negeri Paman Sam.
 
Apa komentar Washington Foreign Press Center terkait fenomena tersebut? Cek selengkapnya di sini.
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif