Menlu Rusia Sergey Lavrov berbicara di Sidang Majelis Umum ke-77 PBB di New York, AS, 24 September 2022. (Yuki IWAMURA / AFP)
Menlu Rusia Sergey Lavrov berbicara di Sidang Majelis Umum ke-77 PBB di New York, AS, 24 September 2022. (Yuki IWAMURA / AFP)

Rusia Janjikan 'Perlindungan Penuh' untuk Setiap Wilayah yang Dicaplok di Ukraina

Willy Haryono • 25 September 2022 14:11
New York: Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa negaranya akan memberikan "perlindungan penuh" untuk setiap wilayah di Ukraina yang memilih bergabung dengan Negeri Beruang Merah. Pernyataan disampaikan di saat empat wilayah Ukraina sedang menggelar referendum untuk memisahkan diri dari Kyiv.
 
Referendum di wilayah Luhansk, Kherson, dan sebagian Zaporizhzhia serta Donetsk itu sudah berlangsung sejak Jumat kemarin dan diperkirakan baru selesai pekan depan.
 
Dikutip dari laman Al Jazeera, Minggu, 25 September 2022, Moskow mendeskripsikan referendum di empat wilayah Ukraina itu sebagai pemungutan suara untuk menentukan nasib sendiri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun menurut negara-negara Barat, referendum tersebut hanya akal-akalan Rusia untuk mencaplok lebih banyak wilayah di Ukraina, seperti yang sudah pernah terjadi pada Krimea di tahun 2014.
 
Pemerintah pusat Ukraina di Kyiv mengatakan bahwa banyak warga di empat wilayah tersebut dipaksa dan diintimidasi pasukan Rusia untuk memberikan suara yang menguntungkan Moskow.
 
"Terkait referendum-referendum tersebut, Rusia tentu saja akan menghormati keinginan masyarakat di sana yang selama bertahan-tahun menderita di bawah rezim neo-Nazi," kata Lavrov kepada awak media usai berbicara di Sidang Majelis Umum ke-77 PBB.
 
Saat ditanya apakah Rusia nantinya dapat memiliki alasan untuk menggunakan senjata nuklir dalam melindungi wilayah yang dianeksasi di Ukraina, Lavrov mengatakan bahwa semua teritori Rusia "berada di bawah perlindungan penuh negara."
 
"Semua aturan, doktrit, konsep dan strategi Federasi Rusia berlaku bagi semua teritorinya," sebut Lavrov, merujuk secara spesifik kepada doktrin seputar penggunaan senjata nuklir.
 
Kamis kemarin, mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan bahwa segala senjata milik Rusia, termasuk senjata nuklir taktis, dapat digunakan untuk melindungi wilayah Negeri Beruang Merah.
 
Sebelumnya, Putin juga bertekad menggunakan "segala kekuatan," termasuk senjata nuklir untuk melindungi negara jika integritas wilayahnya berada di bawah ancaman.
 
"Ukraina tidak akan menyerah. Kami menyerukan semua pemilik kekuatan nuklir di dunia untuk berbicara, dan menjelaskan kepada Rusia bahwa retorika semacam itu tidak dapat diterima dan hanya membuat dunia berada di bawah risiko keamanan," tulis Menlu Ukraina Dmytro Kuleba via Twitter.
 
Baca:  Rusia Luncurkan Serangan Baru di Tengah Referendum 4 Wilayah Ukraina
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif