Ilustrasi perkebunan di Inggris./AFP
Ilustrasi perkebunan di Inggris./AFP

Dan Terjadi Lagi, Kali Ini Inggris Jadi Sasaran Perekrutan Ilegal TKI

Marcheilla Ariesta • 26 September 2022 14:16
London: Kasus perekrutan ilegal terjadi pada warga negara Indonesia (WNI) di Inggris. WNI diminta untuk membayar deposit hingga 2.500 poundsterling (setara Rp40,1 juta) kepada agen Jakarta untuk 'menjamin' pekerjaan di pertanian Inggris.
 
Namun, hingga kini belum ada kepastian para WNI ini mendapat pekerjaan yang dijanjikan.
 
Seorang pekerja WNI menceritakan kepada The Guardian, Senin, 26 September 2022, bahwa dia telah membayar uang muka pada Juli lalu ke agen di Jakarta. Tapi hingga kini ia belum melakukan wawancara kerja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan dia adalah salah satu dari beberapa orang yang menganggur dan tidak punya uang dengan harapan pekerjaan pertanian di Inggris.
 
"Kami berhenti bekerja untuk bisa serius mengikuti proses rekrutmen untuk pekerjaan baru dan lebih baik. Sekarang kami menganggur dan nasib kami semakin tidak jelas," katanya.
 
Dokumen resmi pemerintah Indonesia dari akhir Agustus menunjukkan sekitar 170 pekerja terdampar di Indonesia karena ditugaskan di 19 pertanian di seluruh Inggris.
 
Sebagian besar telah menganggur selama beberapa bulan, menunggu pekerjaan yang mereka yakini sudah akan didapat. Dan hampir semuanya telah diberikan visa untuk datang ke Inggris.
 
Guardian melaporkan, para pekerja Indonesia ini memanen buah beri di pertanian yang memasok untuk Marks & Spencer, Waitrose, Sainsbury's dan Tesco. Satuan tugas kepresidenan di Indonesia saat ini sedang menyelidiki keadaan perekrutan pemetik buah.
 
Para ahli mengatakan, biaya hidup tinggi diduga dapat membuat pekerja berisiko terjerat utang. Otoritas Penyalahgunaan Tenaga Kerja dan The Gangmasters tengah menyelidiki apakah ada hukum Inggris yang dilanggar.
 
Baca juga: Naik Tajam! WNI Korban Penipuan Lowongan Kerja di Kamboja Jadi 505 Orang
 
Andy Hall, spesialis hak migran independen yang menyelidiki masalah kerja paksa dalam rantai pasokan di Asia. "Tidak ada dasar hukum baik di bawah undang-undang Indonesia atau Inggris untuk membebankan uang kepada pekerja sebagai biaya perekrutan, apakah itu disebut deposit atau bukan. Pada saat setoran diambil dari seorang kandidat, itu adalah biaya rekrutmen ilegal," tegasnya.
 
Dia mengatakan risiko jeratan utang yang mengarah pada kerja paksa dan kepergian pekerja secara paksa ke luar negeri di luar kehendak mereka akan meningkat secara signifikan jika 'uang deposit' itu diambil dari pekerja daripada calon majikan atau klien.
 
Tenaga kerja Indonesia yang sudah berada di Inggris dipasok oleh AG Recruitment, salah satu dari empat agen Inggris yang memiliki izin untuk merekrut dengan menggunakan visa pekerja musiman. AG membantah melakukan kesalahan dan mengatakan tidak tahu apa-apa tentang broker Indonesia yang mengenakan biaya atau setoran.
 
AG dilaporkan dibantu Al Zubara Manpower yang berbasis di Jakarta, mengatakan, sejauh ini, lebih dari 1.200 orang Indonesia ditempatkan di pertanian Inggris.
 
Dari jumlah tersebut, 207 berasal dari Bali - di mana Al Zubara tidak memiliki kantor dan bergantung pada broker untuk memasok kandidat. Sedangkan 102 lainnya berasal dari Lombok.
 
Sumber pemerintah Indonesia mengatakan, para pekerja kini melaporkan Al Zubara dan mendorong mereka untuk membayar deposit hingga 2.500 poundsterling untuk menjamin pekerjaan di Ingris.
 
"Tanggung jawab Asosiasi Penyedia Tenaga Kerja (GLAA) adalah melakukan penyelidikan penuh dan menentukan apakah Al Zubara memasok pekerja ke AG atau tidak. Al Zubara tidak memiliki lisensi GLAA dan merupakan pelanggaran pidana untuk beroperasi sebagai gangmaster tanpa lisensi atau mengadakan pengaturan untuk memasok pekerja dengan gangmaster yang tidak berlisensi," ucap David Camp, ketua GLAA, di mana AG menjadi anggotanya.
 
AG membantah keras saran bahwa Al Zubara dikontrak untuk merekrut pekerja AG. Mereka menyalahkan birokrasi Indonesia karena menunda alokasi izin kerja.
 
Saat ini, lisensi Al Zubara untuk merekrut ke Inggris ditangguhkan sementara.
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif