Menlu AS Antony Blinken dalam kunjungan ke Brussels, Belgia pada 24 Maret 2021. (Olivier HOSLET / POOL / AFP)
Menlu AS Antony Blinken dalam kunjungan ke Brussels, Belgia pada 24 Maret 2021. (Olivier HOSLET / POOL / AFP)

AS dan Kanada Kecam Sanksi 'Tak Berdasar' Tiongkok

Internasional amerika serikat Tiongkok politik kanada as-tiongkok Justin Trudeau Antony Blinken
Willy Haryono • 29 Maret 2021 08:08
Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengingatkan bahwa penjatuhan sanksi oleh Tiongkok terhadap dua warga AS merupakan sesuatu yang "tak berdasar." Ia menilai penjatuhan sanksi justru menyoroti mengenai terjadinya "genosida" di Xinjiang.
 
Tiongkok telah menjatuhkan sanksi kepada AS dan Kanada sebagai balasan atas langkah serupa yang dilakukan kedua negara terhadap Negeri Tirai Bambu. Aksi balas sanksi ini terkait dengan tuduhan terjadinya genosida dan sejumlah pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang.
 
Baca:  Tiongkok Balas Jatuhkan Sanksi ke AS dan Kanada

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Upaya Beijing untuk mengintimidasi dan membungkam mereka yang berbicara mengenai HAM dan kebebasan fundamental hanya akan meningkatkan pengawasan global terhadap genosida dan kejahatan kemanusiaan yang sedang terjadi di Xinjiang," kata Blinken, dilansir dari laman Guardian pada Minggu, 28 Maret 2021.
 
Pernyataan Blinken disampaikan usai Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengecam Beijing dan bertekad untuk melindungi nilai-nilai HAM. Trudeau menyebut sanksi dari Tiongkok sebagai "langkah yang tak dapat diterima."
 
"Kami akan terus membela HAM di selurun dunia bersama mitra-mitra kami," tulis Trudeau via Twitter.
 
Sejumlah grup HAM menuding Tiongkok telah menahan setidaknya satu juta muslim Uighur dan etnis lainnya di Xinjiang. Tidak hanya itu, Tiongkok juga dituding melakukan berbagai kejahatan mulai dari penerapan kerja paksa hingga genosida.
 
Beijing membantah keras tuduhan tersebut, dan juga mengecam sanksi yang dijatuhkan AS dan Kanada. Menurut Tiongkok, sanksi dari kedua negara itu dijatuhkan atas dasar "rumor" dan "misinformasi."
 
Selain AS dan Kanada, Inggris dan Uni Eropa juga telah menjatuhkan sanksi kepada beberapa tokoh polisi dan ekonomi Xinjiang. Negeri Tirai Bambu juga telah membalas langkah tersebut dengan menjatuhkan sanksi kepada beberapa individu di Inggris dan UE.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif