Kandidat capres Demokrat Joe Biden. (Foto: AFP.)
Kandidat capres Demokrat Joe Biden. (Foto: AFP.)

Biden Sebut Pilpres Belarusia Dinodai Kecurangan

Internasional amerika serikat Politik Belarusia
Willy Haryono • 11 Agustus 2020 12:27
Washington: Kandidat calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, mengecam pemilihan umum presiden Belarusia yang dinilainya diwarnai kecurangan. Petahana Alexander Lukashenko dinyatakan menang lewat raihan 80 persen suara, yang langsung disambut unjuk rasa masif di Minsk dan kota-kota lainnya.
 
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo juga mengecam pilpres Belarusia berlangsung "tidak bebas dan tidak adil."
 
"Saya berada di belakang mereka yang menyerukan penghitungan suara transparan dan akurat serta pembebasan semua tahanan politik," ujar Biden, dilansir dari laman Sputnik, Selasa 11 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selain itu, saya juga meminta Presiden Lukashenka untuk menghormati hak berunjuk rasa warga dan menahan diri dari melakukan aksi kekerasan," ucap Biden, yang menyebut nama presiden "Lukashenka" alih-alih "Lukashenko."
 
Menurutnya, penggunaan gas air mata, granat kejut dan juga peluru karet terhadap demonstran damai di Belarusia tidak mencerminkan perilaku pemimpin yang merasa telah menang dalam pemilu secara adil.
 
Tidak hanya menggunakan tindakan represif terhadap demonstran, Lukashenko juga memutus sebagian jaringan internet di wilayah ibu kota dan menahan sejumlah demonstran dan juga jurnalis.
 
Berdasarkan exit poll dan juga penghitungan komisi elektoral Belarusia, Presiden petahana Alexander Lukashenko meraih 80 persen suara. Sementara rival utamanya, seorang ibu rumah tangga bernama Svetlana Tikhanovskaya, hanya mendapat 9,9 persen.
 
Tikhanovskaya menolak hasil pilpres, dan menegaskan bahwa dirinya adalah pemenang sebenarnya.
 
Minimnya pengawasan dalam pilpres Belarusia berujung pada tudingan adanya kecurangan berskala masif saat proses pemungutan suara.
 
Pilpres Belarusia digelar di tengah rasa frustrasi warga terhadap kepemimpinan Lukashenko, yang sudah berkuasa di negara tersebut sejak 1994. Satu hari jelang pilpres, sejumlah tokoh oposisi, termasuk kepala tim kampanye Tikhanovskaya, ditahan polisi.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif