AS sedang cari jadwal baru untuk pertemuan dengan para pemimpin ASEAN./AFP
AS sedang cari jadwal baru untuk pertemuan dengan para pemimpin ASEAN./AFP

Pertemuan Ditunda, Washington Cari Tanggal Baru KTT ASEAN-AS

Marcheilla Ariesta • 19 Maret 2022 06:10
Washington: Gedung Putih membahas tanggal baru untuk pertemuan puncak para pemimpin ASEAN dengan Amerika Serikat (AS). Pencarian tanggal baru pertemuan dilakukan setelah ketua ASEAN tahun ini, Kamboja mengatakan, pertemuan ditunda karena tidak semua pemimpin dapat hadir akhir bulan ini.
 
Bulan lalu, Gedung Putih mengumumkan, Presiden AS Joe Biden akan menjadi tuan rumah pertemuan khusus dengan ASEAN pada 28 dan 29 Maret.
 
Ditanya tentang pengumuman menteri luar negeri Kamboja tentang penundaan awal bulan ini, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih mengatakan, Biden menantikan untuk menyambut para pemimpin ASEAN di Washington.

Baca juga: KTT ASEAN-AS Ditunda Karena Masalah Jadwal Kepala Negara Bentrok
 
"Untuk memastikan para pemimpin Asean yang diundang semua dapat berpartisipasi, kami bekerja sama dengan mitra ASEAN untuk mengidentifikasi tanggal yang tepat untuk pertemuan ini," tutur jubir itu, dilansir dari Malay Mail, Jumat, 18 Maret 2022.
 
Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn mengatakan, pertemuan itu telah ditunda karena beberapa pemimpin AsSEAN tidak dapat hadir pada tanggal yang diusulkan.
 
KTT tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya AS untuk meningkatkan keterlibatan dengan wilayah yang dianggap Washington penting bagi upayanya untuk melawan kekuatan Tiongkok.
 
Pertemuan diharapkan dilakukan awal tahun ini. Sayangnya harus ditunda oleh kekhawatiran covid-19.
 
Gedung Putih menggambarkan KTT itu sebagai 'prioritas utama' dan mengatakan itu akan memperingati 45 tahun hubungan AS-ASEAN.
 
Mereka mengatakan akan mengikuti jejak ASEAN dengan mengundang perwakilan non-politik dari Myanmar yang kini diperintah militer. ASEAN telah melarang junta Myanmar untuk hadir dalam pertemuan penting mereka sejak tahun lalu.
 
Langkah ini untuk pertama kalinya diambil ASEAN karena kegagalan militer Myanmar ntuk menghormati kesepakatan untuk mengakhiri permusuhan di negara itu yang telah menewaskan ratusan warga sipil dan membuat lebih dari 300.000 orang mengungsi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan