Langkah Turki mengikuti keputusan pengadilan pekan lalu mencabut status museum dari situs Warisan Dunia UNESCO, dan telah memicu protes global.
"Kami melanjutkan dari fakta bahwa ini adalah urusan internal Turki di mana kami dan orang lain tidak boleh ikut campur," kata wakil menteri luar negeri Rusia Sergei Vershinin kepada wartawan, seperti dikutip AFP, Selasa 14 Juli 2020.
“Namun Hagia Sophia penting untuk budaya dan peradaban dunia," imbuhnya lapor kantor berita Rusia.
Baca: Turki Akan Laporkan Status Baru Hagia Sophia ke UNESCO.
Hagia Sophia dibangun sebagai katedral selama kekaisaran Bizantium tetapi diubah menjadi masjid setelah penaklukan Ottoman atas Konstantinopel pada tahun 1453. Situs itu akan dibuka kembali bulan ini untuk ibadah Muslim sebagai masjid setelah hampir sembilan dekade sebagai museum.
Pernyataan Vershinin datang setelah Gereja Ortodoks Rusia menyatakan kecewa atas keputusan Turki.
"Kekhawatiran jutaan orang Kristen tidak didengar," kata juru bicara Gereja Vladimir Legoida, Jumat 10 Juli lalu.
Baca: Turki Bela Kedaulatan Melalui Hagia Sophia.
Namun suara berbeda disampaikan oleh keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia. Moskow mengatakan pihaknya menyesalkan langkah Turki di Hagia Sophia.
Dalam komentar di situs web kementerian luar negeri, Juru Bicara Maria Zakharova mengatakan,”Moskow mencatat dengan penyesalan keputusan Ankara mengenai situs Warisan Dunia UNESCO”.
Rusia menyuarakan penyesalan Senin atas keputusan Turki untuk mengubah ikon Hagia Sophia di Istanbul kembali menjadi masjid. Langkah Turki pekan lalu mengikuti putusan pengadilan yang mencabut status museum dan telah memicu kemarahan global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News