Menlu Ukraina Dmytro Kuleba minta Tiongkok berikan jaminan keamanan untuk negaranya./AFP
Menlu Ukraina Dmytro Kuleba minta Tiongkok berikan jaminan keamanan untuk negaranya./AFP

Menlu Ukraina Minta Tiongkok Penuhi Janji 'Jaminan Keamanan'

Internasional ukraina Tiongkok rusia Rusia-Ukraina Perang Rusia-Ukraina Rusia vs Ukraina
Marcheilla Ariesta • 01 Mei 2022 14:32
Kiev: Menteri Luar Negeri Ukraina meminta Tiongkok memberikan jaminan keamanan bagi Kiev. Kekuatan Barat dan Ukraina berulang kali mendesak Tiongkok untuk mengutuk invasi Rusia.
 
Beijing sejauh ini mencoba mempertahankan sikap yang seharusnya netral. Amerika Serikat (AS) mengancam konsekuensi jika Tiongkok memberikan dukungan militer atau ekonomi ke Moskow.
 
"Ukraina saat ini sedang mempelajari kemungkinan memperoleh jaminan keamanan dari anggota tetap Dewan Keamanan PBB, termasuk Tiongkok dan negara besar lainnya," ucap Menlu Ukraina, Dmytro Kuleba, dikutip dari Xinhua, Minggu, 1 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami mengusulkan agar Tiongkok menjadi salah satu penjamin keamanan Ukraina, ini sebagai tanda rasa hormat dan kepercayaan kami terhadap Tiongkok," sambung dia.
 
Tiongkok, pada 2013 berjanji untuk memberikan jaminan keamanan kepada Ukraina jika pernah diserang atau diancam dengan serangan nuklir. Namun, kini mereka tampak mengelak pada masalah yang sama setelah serangan Rusia, sekutu Beijing.
 
"Jaminan keamanan memiliki batasan yang jelas pada konten dan dipicu dalam kondisi tertentu," ucap juru bicara kementerian luar negeri Tiongkok, mengacu pada resolusi keamanan PBB yang serupa di negara-negara non-nuklir.
 
Baca juga: Rusia Sebut Risiko Perang Nuklir Harus Terus Ditekan
 
Pejabat Negeri Tirai Bambu kerap menyalahkan NATO yang dipimpin AS karena memprovokasi invasi Moskow. Mereka menuding negara-negara Barat itu meningkatkan konflik dengan mengirim senjata ke Ukraina.
 
Media pemerintah Beijing juga telah berulang kali memperkuat propaganda Rusia seputar perang dan sebagian besar menghindari menghubungkan kematian warga sipil Ukraina dengan agresi militer Moskow.
 
Kuleba hanya melakukan dua panggilan telepon dengan Menlu Tiongkok, Wang Yi sejak invasi Rusia dimulai pada 24 Februari lalu. Sementara itu, Wang bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov bulan lalu, dan menegaskan kembali kerja sama kedua negara tidak terbatas.
 
Dalam wawancara dengan Xinhua, Kuleba juga menuduh Rusia telah “berkompromi” dengan inisiatif infrastruktur Belt and Road milik Tongkok. Ia memperingatkan, konsekuensi dari krisis keamanan pangan global akan mengancam ekonomi Tiongkok.
 
"Kami percaya perang ini bukan untuk kepentingan Tiongkok," sambung Kuleba.
 
Pernyataannya secara langsung merujuk pada tindakan Rusia sebagai “invasi”—istilah yang berusaha dihindari oleh pejabat Tiongkok dan media pemerintah.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif