Mantan presiden AS Donald Trump saat berada di New York City, 10 Agustus 2022. (STRINGER / AFP)
Mantan presiden AS Donald Trump saat berada di New York City, 10 Agustus 2022. (STRINGER / AFP)

FBI: Trump Taruh Dokumen Rahasia di Tumpukan Koran dan Majalah

Willy Haryono • 27 Agustus 2022 11:45
Washington: Sebanyak 14 dari 15 kotak yang disita Biro Investigasi Federal (FBI) dari kediaman mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berisi banyak dokumen rahasia, yang ternyata tercampur dengan sejumlah koran, majalah dan korespondensi pribadi. Kenyataan ini tertuang dalam sebuah surat keterangan FBI yang dirilis pada Jumat, 26 Agustus.
 
Berdasarkan keterangan beberapa dokumen pengadilan AS, ternyata tidak ada satu pun ruang di rumah mewah Donald Trump di Mar-a-Lago yang diperbolehkan sebagai tempat penyimpanan dokumen rahasia negara. Atas dasar itu, FBI telah menggeledah dan menyita berbagai barang dari kediaman Trump bulan ini, di tengah investigasi dugaan pelanggaran Undang-Undang Espionase oleh sang mantan presiden.
 
Surat keterangan FBI setebal 32 halaman terkait penggeledahan rumah Trump di Palm Beach, Florida, hanya bisa diungkap sebagian isinya ke publik demi melindungi deretan saksi mata dan aparat penegak hukum yang terlibat di dalam investigasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir dari The Week, Minggu, 27 Agustus 2022, penyitaan oleh FBI ini memperlihatkan kekhawatiran pemerintah bahwa Trump secara ilegal menyimpan sejumlah dokumen rahasia di rumahnya. Dokumen-dokumen itu tersimpan begitu saja di rumah Trump, bahkan berada di tumpukan koran dan majalah, walau Pemerintah AS sudah berusaha memintanya kembali selama berbulan-bulan.
 
Beberapa dokumen yang disita dilabeli dengan "informasi sensitif." Istilah tersebut merujuk pada rahasia super penting yang jika diungkapkan ke publik dapat menyebabkan "bahaya besar" bagi kepentingan AS.
 
Penyitaan di rumah Trump dilakukan di bawah investigasi dugaan pelanggaran UU Espionase AS, secara spesifik mengenai penyimpanan ilegal informasi keamanan nasional yang dapat membahayakan kepentingan AS. Investigasi juga berkutat seputar dugaan kejahatan menghancurkan atau menyembunyikan dokumen dalam upaya menghalang-halangi penyelidikan pemerintah.
 
Hukuman dan denda atas dugaan kejahatan semacam itu didasarkan pada berapa banyak dokumen rahasia yang disembunyikan atau dihancurkan.
 
Dalam sebuah keterangan di jaringan Truth Social, Trump mengindikasikan bahwa tanpa bukti apa pun, bisa saja dokumen-dokumen yang disita dari Mar-a-Lago itu sengaja ditaruh agen FBI di rumahnya.
 
Baca: Trump Tuduh FBI Ambil Paspornya Saat Penggeledahan di Resor Mar-a-Lago
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif