Warga berkumpul di depan kantor radio RFI di Libreville, Gabon, 7 Januari 2019. (Foto: AFP/STEVE JORDAN)
Warga berkumpul di depan kantor radio RFI di Libreville, Gabon, 7 Januari 2019. (Foto: AFP/STEVE JORDAN)

Gagalkan Kudeta, Pemerintah Gabon Berlakukan Jam Malam

Internasional Gabon
Arpan Rahman • 08 Januari 2019 19:14
Libreville: Pemerintah Gabon menerapkan aturan jam malam di ibu kota setelah menyatakan bahwa percobaan kudeta yang dilakukan sejumlah elemen militer berakhir gagal. Selain jam malam, Gabon juga memutus akses internet.
 
Berbicara kepada kantor berita Al Jazeera, seorang jurnalis Gabon bernama Antoine Lawson menyebut bahwa percobaan kudeta sempat memicu kepanikan di tengah warga. Setelah dinyatakan gagal, tank militer dan prajurit berpatroli di sejumlah ruas jalan.
 
"Masyarakat ketakutan. Saat beberapa prajurit muda meminta orang-orang untuk turun ke jalan mendukung kudeta, tidak ada yang mau. Itu karena mereka panik," kata Lawson.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mehari Taddele Maru, seorang konsultan di Kenya, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa percobaan kudeta adalah bentuk frustrasi sejumlah pihak terhadap keluarga Bongo, yang telah menguasai Gabon sejak 1967.
 
Presiden Ali Bongo telah menjadi presiden meneruskan ayahnya, Omar, yang meninggal dunia di tahun 2009. "Selama Gabon masih berada di bawah kekuasaan dinasti, maka kemungkinan akan ada krisis lagi," tutur Mehari.
 
Baca:Militer Gabon Rebut Stasiun Radio dalam Upaya Kudeta
 
Sejumlah kritikus menuduh keluarga Bongo mengambil keuntungan dari sumber daya alam Gabon, namun tidak cukup berinvestasi terhadap sejumlah kebutuhan dasar masyarakat. Total populasi Gabon berkisar dua juta orang.
 
Menurut data Bank Dunia, sekitar satu dari tiga dari total populasi Gabon hidup di bawah garis kemiskinan.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif