Kaca Gedung KBRI Riyadh Bergetar Keras akibat Rudal Yaman
Dubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel (Foto: Sonya Michaella).
Riyadh: Serangan rudal dari Yaman yang diarahkan ke Riyadh, Arab Saudi membuat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh terkena pengaruh.
 
Baca juga: Rudal Houthi Ancam Ibu Kota Arab Saudi.
 
Pada Minggu malam 24 Juni 2018, sekitar pukul 20.40 waktu Arab Saudi, kawasan komplek diplomatik digegerkan dengan suara sangat keras yang berasal dari empat kali ledakan rudal Balistik yang dihadang rudal Patriot Arab Saudi. Kaca-kaca bangunan KBRI bergetar keras akibat empat ledakan di langit Riyadh.
 
Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel memberikan keterangannya saat rudal-rudal itu berhasil dicegat oleh pihak Angkatan Udara Arab Saudi.
 
"Waktu kejadian saya masih berada di ruangan KBRI dan tiba-tiba ada suara menggelegar dan semua kaca bergetar. Saya turun dari lantai tiga dan handphone saya berdering ada panggilan dari istri yang juga ketakutan suara gemuruh tersebut. Saya langsung lari ke pos security dan baru ada info dari security KBRI, Syamsuddin bahwa barusan ada rudal yang dihadang oleh rudal patriot," ujar Dubes Abegebriek, dalam keterangan yang diterima Medcom.id, Senin 25 Juni 2018.
 
"Syamsudin tidak berhasil mengabadikan tabrakan rudal tersebut karena cahaya kilatan benturan yang menyilaukan mata," imbuhnya. 
 
"Informasi di lapangan menyebutkan sebagian pecahan rudal jatuh di sebuah titik di dalam kawasan Diplomatic Quarter, komplek semua kedutaan asing di Saudi. Penjagaan akses masuk ke Diplomatic Quarter diperketat beberapa saat setelah jatuhnya pecahan rudal itu," ucap Dubes Agus.
 
Serangan rudal dari pihak Houthi di Yaman ke Riyadh ini adalah yg kelima setelah serangan 4 November 2017 yang menarget Bandara Internasional King Khaled, yang kedua serangan 19 Desember 2017, ketiga serangan tiga rudal pada 25 Maret 2018 dan menyebabkan tewasnya seorang warga negara Mesir akibat terkena pecahan rudal, serta keempat serangan pada 9 Mei 2018.
 
Sementara itu, total rudal balistik yang berhasil dicegat ArabSaudi ke wilayahnya,-mayoritas ke wilayan Jizan dan Najran,- berjumlah lebih dari 155 rudal.
 
Dalam mengantisipasi dan melindungi WNI yang tinggal di Saudi, KBRI sudah menyiapkan Crisis Management Team (CMT), sebuah tim reaksi cepat yang dikomandani Atase Pertahanan KBRI, Kolonel. Inf. Drajat Bima Yoga untuk mengevakuasi para WNI yang berada di kawasan rawan seperti Najran dan Jizan yang berada di perbatasan Saudi-Yaman.
 
Sementara melalui surat pribadi kepada Dubes RI, Menteri Dalam Negeri Arab Saudi Abdulaziz bin Saud bin Naif bin Abdulaziz Al Saud menegaskan bahwa Arab Saudi berkomitmen untuk melindungi semua ekspatriat Indonesia yang berada di Arab Saudi dari serangan rudal-rudal tersebut. Pangeran Abdulaziz juga menegaskan bahwa angkatan udara Arab Saudi mampu menangkis serangan-serangan dari Yaman.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id