Jenderal Khalifa Haftar memimpin milisi yang menentang Pemerintah Libya yang diakui dunia internasional. (Foto: AFP).
Jenderal Khalifa Haftar memimpin milisi yang menentang Pemerintah Libya yang diakui dunia internasional. (Foto: AFP).

Milisi Haftar Lakukan Serangan Terbaru ke Bandara Tripoli

Internasional konflik libya libya
Fajar Nugraha • 04 Juli 2019 16:51
Tripoli: Otoritas Bandara Mitiga, Libya mengatakan di laman Facebook bahwa mereka telah menangguhkan penerbangan setelah bandara menjadi target serangan udara baru oleh pasukan udara pimpinan Khalifa Haftar pada Rabu malam.
 
Baca juga: Serangan Udara Sasar Kamp Imigran Libya, 40 Tewas.
 
Disitat dari Libya Observer, Kamis 4 Juli 2019, sumber dari sektor penerbangan mengatakan "pesawat tanpa awak" dari pasukan Haftar menyerang Bandara Mitiga lebih dari sekali. Tetapi tidak diketahui kerusakan dari bandara itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, juru bicara pasukan Khalifa Haftar, Ahmed Al-Mismari berkata serangan udara di Bandara Mitiga menghancurkan ruang kendali drone Angkatan Darat Libya. Hal itu dibantah oleh beberapa sumber yang mengonfirmasi bahwa serangan udara menghantam bagian sipil bandara.
 
Bandara Mitiga ditargetkan beberapa kali sejak dimulainya serangan Tripoli oleh pasukan Haftar, yang mengarah ke penangguhan penerbangan dan pengalihan ke bandara Miarata. Serangan sebelumnya baru saja terjadi dua hari lalu ke kamp imigran Libya yang menewaskan 44 korban.
 
Kejahatan perang
 
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersuara keras terhadap serangan udara pusat penampungan imigran.PBB mengatakan serangan udara terhadap pusat migran itu kemungkinan merupakan sebuah 'kejahatan perang'.
 
Baca juga: PBB: Serang Imigran, Milisi Libya Lakukan Kejahatan Perang.
 
"Serangan ini jelas bisa merupakan kejahatan perang, karena menewaskan orang-orang tak berdosa. Lebih mengejutkan lagi, kondisi yang memaksa mereka untuk berada di tempat perlindungan itu," kata utusan khusus PBB untuk Libya Ghassan Salame.
 
Kecaman juga datang dari Turki mengenai penyerangan ini. Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan bahwa serangan itu adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan menyerukan penyelidikan internasional.
 
"Serangan yang merenggut nyawa puluhan orang tak bersalah, adalah kejahatan terhadap kemanusiaan," kata Kemenlu Turki.
 
Pihak Turki menegaskan bahwa Investigasi internasional harus segera diluncurkan untuk menemukan siapa yang bertanggung jawab.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif