Inggris Desak Gencatan Senjata Yaman Lewat Resolusi DK PBB

Arpan Rahman 20 November 2018 17:05 WIB
konflik yaman
Inggris Desak Gencatan Senjata Yaman Lewat Resolusi DK PBB
Inggris mendesak gencantan senjata di Yaman melalui Dewan Keamanan PBB. (Foto: AFP).
New York: Inggris mengajukan resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB), menyerukan gencatan senjata segera di kota pelabuhan Yaman, Hodeidah. Juga jaminan pengiriman makanan dan obat-obatan yang aman.

Rancangan resolusi itu ditentang Arab Saudi, yang memimpin serangan udara terhadap pemberontak Houthi. Tidak jelas apa upaya yang disiapkan Amerika Serikat guna mendorong usulan ke pemungutan suara di DK PBB. Upaya perdamaian paralel yang dipimpin PBB tergantung pula pada perimbangan ketika negosiasi terus berlanjut melalui jalur aman pemberontak Houthi menuju pembicaraan damai di Swedia.

Baca juga: Inggris Desak DK PBB Tangani Krisis Yaman.


Di hari yang sama resolusi itu diedarkan di antara anggota dewan, penduduk Hodeidah melaporkan kembalinya pengeboman oleh koalisi yang dipimpin Saudi, mengakhiri jeda singkat dalam pertempuran di kota tersebut.

Dilansir dari Guardian, Selasa 20 November 2018, resolusi itu menetapkan tenggat waktu dua pekan baik bagi pemberontak Houthi yang mengendalikan Hodeidah maupun koalisi yang dipimpin Saudi untuk menyingkirkan semua penghalang bantuan kemanusiaan, menurut sebuah salinan yang dilihat oleh AFP sebelum sidang DK PBB pada Senin.

Tidak jelas kapan pemungutan suar soal resolusi Inggris. Pemimpin de facto Arab Saudi, Putra Mahkota Muhammad bin Salman, mengaku keberatan ketika Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt, mengunjungi Riyadh, Senin lalu. 

Inggris telah memutuskan terus maju dengan resolusi itu, memicu perdebatan. Mansour al-Otaibi, duta besar dari Kuwait, anggota koalisi yang saat ini memiliki kursi di DK PBB. “Kami ragu resolusi akan disahkan pada pekan ini. Masih ada banyak hal yang keliru dalam resolusi (usuan Inggris) itu,” ujar Otaibi.

Tidak pasti apa tanggapan AS. Menlu AS, Mike Pompeo, tidak meminta resolusi ditunda, tetapi para diplomat di PBB mengatakan bagian lain dari pemerintahan Trump memiliki pandangan yang berbeda tentang waktu resolusi, dan seberapa besar tekanan atas Riyadh.

Baca juga: 149 Orang Tewas dalam Baku Tembak di Yaman.

Pompeo dan Menteri Pertahanan AS, James Mattis, mengeluarkan seruan untuk gencatan senjata dan memulai pembicaraan damai bulan ini. Langkah itu ditafsirkan beberapa kalangan sebagai peningkatan tekanan pada Arab Saudi dan sekutu-sekutu  Teluk-nya buat mengekang operasi militer dan menerima persetujuan perdamaian.

Pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, di Istanbul telah menempatkan hubungan dekat antara pemerintahan Trump dan Riyadh di bawah pengawasan yang lebih besar. Meskipun demikian, Donald Trump tidak menunjukkan tanda-tanda meninggalkan dukungannya bagi Pangeran Mohammad bin Salman. 

Pertempuran Hodeidah mereda dalam tiga hari terakhir, meskipun warga mengatakan jet koalisi kembali terbang di atas kota pada Senin dan pihak Houthi terus memanfaatkan infrastruktur sipil demi tujuan militer.

Pemberontak merebut Sana'a dan Hodeidah pada 2014, yang mendorong Arab Saudi dan para sekutunya campur tangan di pihak pemerintah Yaman setahun berikutnya. Hampir 10.000 orang tewas sejak itu, menurut Organisasi Kesehatan Dunia, dalam apa yang disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk. Sejumlah kelompok HAM meyakini bahwa jumlah korban sebenarnya mungkin lima kali lebih tinggi.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id