Pasukan penjaga perdamaian PBB berpatroli di .Gao, Mali timur, 3 Agustus 2018 (Foto: AFP/SEYLLOU)
Pasukan penjaga perdamaian PBB berpatroli di .Gao, Mali timur, 3 Agustus 2018 (Foto: AFP/SEYLLOU)

Delapan Penjaga Perdamaian PBB Tewas Diserang di Mali

Internasional konflik mali
Willy Haryono • 21 Januari 2019 07:37
Bamako: Delapan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa asal Chad tewas diserang kelompok bersenjata di salah satu markas mereka di Mali, Minggu 20 Januari 2019. Juru bicara PBB di Mali menyerukan adanya respons "keras" terhadap serangan tersebut.
 
"Menurut laporan sementara, sedikitnya delapan penjaga perdamaian telah dibunuh," tutur seorang sumber yang dekat dengan pasukan MINUSMA, nama dari misi PBB di Mali.
 
Seperti dikutip dari laman AFP, serangan terjadi pada Minggu pagi di pangkalan Aguelhok, sekitar 200 kilometer dari Kidal dan berada dekat perbatasan Aljazair. Seorang diplomat di Mali utara mengatakan kepada AFP bahwa beberapa penyerang juga tewas usai melancarkan serangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mahamat Saleh Annadif, perwakilan khusus PBB untuk Mali, mengutuk keras serangan tersebut. "Penjaga perdamaian dari pasukan MINUSMA di Aguelfok telah menghadapi serangan kelompok bersenjata yang datang dengan menggunakan beberapa kendaraan," ucap dia.
 
"Serangan pengecut ini mengilustrasikan tekad para teroris untuk menebar kekacauan," lanjut Annadif. April tahun lalu, serangan di markas yang sama menewaskan dua penjaga perdamaian dan membuat beberapa lainnya terluka.
 
Lebih dari 13 ribu personel pasukan penjaga perdamaian PBB disiagakan di Mali. Ini merupakan bagian dari misi PBB usai sejumlah kelompok milisi menguasai Mali utara pada 2012. Para milisi itu berhasil diusir pasukan Prancis satu tahun setelahnya.
 
Sebuah perjanjian damai sempat ditandatangani antara pemerintah Mali dengan sejumlah grup bersenjata. Namun perjanjian itu tidak cukup untuk menghentikan aksi kekerasan sporadis, yang juga terjadi di negara tetangga seperti Burkina Faso dan Niger.
 
Prancis dan juga Amerika Serikat mengkritik pemerintah Mali yang dinilai gagal dalam memangkas akar masalah dari gelombang kekerasan tersebut.
 
Baca:Bentrok Pemburu dan Petani di Mali Tewaskan 37 Orang
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif