Kelompok petani dan peternak Fulani berunjuk rasa di Bamako, Mali, 30 Juni 2018, atas pembataian di Koumaga. (Foto: AFP/MICHELE CATTANI)
Kelompok petani dan peternak Fulani berunjuk rasa di Bamako, Mali, 30 Juni 2018, atas pembataian di Koumaga. (Foto: AFP/MICHELE CATTANI)

Bentrok Pemburu dan Petani di Mali Tewaskan 37 Orang

Internasional konflik mali
Willy Haryono • 02 Januari 2019 10:18
Bamako: Tiga puluh tujuh warga sipil tewas saat sekelompok pria bersenjata yang diyakini sebagai pemburu menyerang sebuah desa di Mali, Selasa 1 Januari 2019. Ini merupakan kelanjutan dari bentrokan antara pemburu Dogon dan petani serta peternak Fulani.
 
"Serangan di desa Koulogon dekat Bankass di area Mopti dilakukan pria bersenjata yang berpakaian seperti pemburu dozo yang bermitra dengan grup etnis Dogon," ujar pernyataan resmi pemerintah Mali, seperti dikutip dari kantor berita AFP.
 
"Selain 37 korban tewas, yang semuanya warga sipil, sejumlah orang terluka dan banyak rumah dibakar," lanjutnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, sebuah sumber keamanan dan seorang pria mengaku menyaksikan serangan di Koulogon. Mereka juga menuding Dogon berada di balik serangan, dan menyebutkan korban tewas berjumlah 33 orang.
 
"Kepala desa kami, Moussa Diallo, tewas dalam serangan. Seorang wanita tua dan satu perempuan beserta seluruh anggota keluarganya juga tewas," tutur Allaye Yattara, seorang Fulani, kepada AFP.
 
Prancis telah membantu pasukan Mali dalam menghadapi pemberontakan di wilayah utara yang terjadi sejak 2012. Sejak kematian tokoh Fulani Amadou Koufa pada November lalu, intensitas konflik antar grup dan etnis di Mali meningkat.
 
Kekerasan diperparah tuduhan bahwa Fulani membiarkan hewan ternak mereka merumput di tanah Dogon. Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat lebih dari 500 warga sipil tewas dalam bentrok Dogon dan Fulani sepanjang 2018.
 
Juni lalu, 24 anggota komunitas Fulani tewas dalam sebuah serangan. Penyelidikan PBB menyatakan Dogon berada di balik serangan.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif