Kematian Jamal Khashoggi

Saudi Dituduh Kirim Tim Penghapus Jejak Khashoggi

Willy Haryono 05 November 2018 19:04 WIB
arab saudiJamal Khashoggi
Saudi Dituduh Kirim Tim Penghapus Jejak Khashoggi
Sebuah acara memorial mengenang Jamal Khashoggi digelar di Washington, AS, 2 November 2018. (Foto: AFP/Getty/Zach Gibson)
Ankara: Sebuah surat kabar Turki menghadirkan sebuah artikel yang menuduh Arab Saudi mengirim seorang ahli kimia dan toksikologi ke Istanbul untuk menutup-nutupi bukti dan jejak kematian jurnalis Jamal Khashoggi. Pada 2 Oktober, Khashoggi tewas dibunuh tak lama usai memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Menurut artikel di Sabah Daily, Arab Saudi mengirim "tim penghapus jejak" beranggotakan 11 orang ke Istanbul pada 11 Oktober. Tim itu diduga ditugaskan menghapus jejak darah dan zat kimia lainnya yang ada di dalam konsulat.

Sabah Daily menyebut ahli kimia tersebut bernama Ahmad Abdulaziz Aljanobi, sementara pakar toksikologi Khaled Yahya Al Zahrani. Keduanya adalah bagian dari tim beranggotakan 11 orang yang setiap hari memasuki konsulat di Istanbul dari tanggal 11 hingga 17 Oktober. Tim itu kemudian bertolak pulang pada 20 Oktober.


Arab Saudi mengizinkan kepolisian Turki untuk menyelidiki konsulat di Istanbul pada 15 Oktober. Kepala Jaksa Turki mengatakan pada pekan lalu bahwa Khashoggi dicekik saat memasuki konsulat, untuk kemudian dimutilasi.

Yasin Aktay, penasihat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, menuliskan sebuah artikel yang mengindikasikan jasad Khashoggi mungkin sudah dihancurkan dengan cairan asam.

Baca: Jamal Khashoggi: Dunia Arab Butuh Kebebasan Berekspresi

Dalam sebuah editorial di The Washington Post, Erdogan menuduh otoritas Arab Saudi menolak menjawab sejumlah pertanyaan kunci seputar pembunuhan Khashoggi, meski Riyadh telah menangkap 18 orang yang diduga terlibat dalam aksi brutal di konsulat.

Erdogan menyebut perintah pembunuhan Khashoggi dikeluarkan "para petinggi" Arab Saudi. Namun ia meyakini Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud tidak terlibat.

Kasus Khashoggi telah membuat nama Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman menjadi buruk, setelah sempat mendapat banyak pujian mengenai tekadnya melakukan reformasi di Arab Saudi. Sejumlah pihak menduga sang pangeran terlibat pembunuhan, karena Khashoggi pernah beberapa kali mengkritik kebijakannya.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id