Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters. (Foto: Marcheilla Ariesta/Medcom.id).
Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters. (Foto: Marcheilla Ariesta/Medcom.id).

Erdogan Politisasi Penembakan, Menlu Selandia Baru akan ke Turki

Internasional turki Penembakan Selandia Baru
Marcheilla Ariesta • 20 Maret 2019 13:59
Jakarta: Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters berencana untuk ke Turki. Dia mengatakan akan memberitahu apa yang sebenarnya terjadi di negaranya.
 
Baca juga: Politisasi Video Penembakan Selandia Baru, Erdogan Dikecam.
 
Rencana kepergian Peters terkait dengan komentar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Erdogan mendesak agar Wellington menerapkan kembali hukuman mati bagi Brenton Tarrant, teroris yang melakukan penembakan di dua masjid Christchurch.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya berpikir dia (Erdogan) tidak mengetahui bagaimana situasi yang sebenarnya di negara kami, bagaimana dan apa yang dapat kami lakukan," kata Peters usai bilateral dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Jakarta, Rabu 20 Maret 2019.
 
Dia mengatakan, walau pun Erdogan ingin menginformasikan seluruh faktanya, namun pernyataan yang disampaikan pemimpin Turki tersebut kontras dengan sebelumnya.
 
"Karenanya, kami akan pergi ke konferensi Islam dalam dua hari ke depan untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi di negara kami," imbuhnya.
 
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern juga mengatakan Peters akan melakukan perjalanan ke Turki untuk menentang pernyataan Erdogan. Perjalanan Peters di Turki juga untuk menghadiri Konferensi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul. Selandia Baru adalah negara pengamat OKI.
 
Sebelumnya, Erdogan mengatakan Turki akan membuat pelaku penyerangan di dua masjid Selandia Baru membayar perbuatannya, jika Wellington tidak bisa melakukannya. Dia mendesak agar Negeri Kiwi menghukum mati Brenton Tarrant, padahal negara tersebut sudah menghapus hukuman mati sejak lama.
 
Pernyataan Erdogan tersebut disampaikan dalam rapat umum pemilu di Turki Utara. Dia mengatakan Turki salah telah menghapuskan hukuman mati 15 tahun yang lalu. Dia menambahkan bahwa Selandia Baru harus membuat aturan hukum sehingga tersangka serangan teroris di Christchurch dapat menghadapi hukuman mati.
 
“Jika parlemen Selandia Baru tidak membuat keputusan ini, saya akan terus berdebat dengan mereka terus-menerus. Tindakan yang perlu perlu diambil," ujarnya.
 
Erdogan sedang mencari dukungan untuk Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) untuk pemilihan umum 31 Maret. Pada sebuah acara akhir pekan lalu dia menunjukkan rekaman video dari penembakan yang disiarkan langsung oleh Tarrant di Facebook. Erdogan juga menampilkan kutipan dari manifesto yang di-posting Tarrant.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif