Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah acara kampanye di Izmir, 17 Maret 2019. (Foto: AFP/Turkish Presidential Office)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah acara kampanye di Izmir, 17 Maret 2019. (Foto: AFP/Turkish Presidential Office)

Politisasi Video Penembakan Selandia Baru, Erdogan Dikecam

Internasional Penembakan Selandia Baru
Willy Haryono • 19 Maret 2019 07:07
Wellington: Selandia Baru mengecam Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang menggunakan video kontroversial penembakan di Selandia Baru sebagai bahan kampanye pemilihan umum lokal. Erdogan menyebut penembakan di Christchurch adalah bagian dari serangan terhadap Turki dan juga Islam.
 
Wakil Perdana Menteri Selandia Baru Winston Peters menilai tindakan Erdogan tidak pantas untuk dilakukan.
 
"Politisasi pembantaian membahayakan masa depan serta keselamatan warga Selandia Baru yang ada di dalam maupun luar negeri," tegas Peters, seperti dilansir dari laman AFP, Senin 18 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tiga warga Turki terluka dalam penembakan di dua masjid di Christchurch pada Jumat 15 Maret. Penembakan brutal yang dilakukan Brenton Tarrant asal Australia itu menewaskan 50 orang dan melukai puluhan lainnya.
 
Sebelum beraksi, Tarrant sempat merilis sebuah manifesto yang berisikan pandangan ekstrem sayap kanan. Nama Turki disebut dalam manifesto tersebut, yakni mengenai situs wisata Hagia Sophia yang di masa lalu adalah sebuah gereja yang kemudian dijadikan masjid di masa kekaisaran Ottoman.
 
Dalam sebuah acara kampanye pada akhir pekan kemarin, Erdogan sempat menayangkan video penembakan di Christchurch. Ia menyebut aksi teror yang dilakukan Tarrant adalah pertanda meningkatnya Islamofobia.
 
"Ini bukan peristiwa terisolasi, tapi terkoordinasi dengan baik," tutur Erdogan dalam kampanye di Canakkale pada Senin 18 Maret.
 
"Mereka mencoba mengirimkan kita sebuah pesan dari Selandia Baru, 16.500 kilometer dari sini," lanjut dia. Erdogan tidak menayangkan video penembakan di Christchurch pada kampanye di Canakkale.
 
Peters menyebut dirinya telah memprotes tindakan Erdogan kepada Wakil Presiden Turki Fuat Oktay dan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu yang berkunjung ke Selandia Baru.
 
"Kami telah menegaskan dengan jelas bahwa kami menentang terorisme dalam bentuk apapun," sebut Peters, yang melontarkan kalimat tersebut ke Oktay dan Cavusoglu.
 
"Kami berdialog cukup panjang mengenai pentingnya negara-negara di luar sana, termasuk Turki, untuk memastikan bahwa negara kami, Selandia Baru, tidak disalahartikan," sambungnya.
 
"Bukan kami yang memulai atau memicu bencana (penembakan) ini, dan mereka (Turki) memahami hal tersebut," pungkas Peters.
 
Baca:PM Selandia Baru Terima 'Manifesto' Sesaat Sebelum Penembakan
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif