medcom.id, Doha: Krisis hubungan diplomatik antara Qatar dengan delapan negara memicu kekhawatiran dunia internasional. Indonesia meminta agar negara-negara yang terlibat krisis untuk menahan diri.
"Saya membahas dengan para Menlu Timur Tengah mengenai perkembangan kawasan dan menyampaikan pandangan serta kesiapan Indonesia untuk berkontribusi," demikian disampaikan Menlu RI setelah melakukan komunikasi telepon antara lain dengan Menlu Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Turki dan Iran sebelum menuju ke Jakarta via Doha, Selasa 6 Juni 2017.
"Saya membahas dengan para Menlu Timur Tengah mengenai perkembangan kawasan dan menyampaikan pandangan serta kesiapan Indonesia untuk berkontribusi," demikian disampaikan Menlu RI setelah melakukan komunikasi telepon antara lain dengan Menlu Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Turki dan Iran sebelum menuju ke Jakarta via Doha, Selasa 6 Juni 2017.
Setelah mendapatkan pandangan para Menlu Timur Tengah mengenai situasi kawasan, dalam komunikasi tersebut Menlu Retno menyampaikan keprihatinan Indonesia mengenai perkembangan situasi di kawasan. Lebih lanjut Menlu menekankan pentingnya agar negara-negara di Timur Tengah menahan diri dan mengambil langkah untuk mengurangi ketegangan.
"Kami mengharapkan negara-negara yang secara langsung terlibat dalam situasi ini, mengedepankan dialog dan rekonsiliasi untuk menyelesaikan masalah. Indonesia siap untuk berkontribusi," ungkap Menlu Retno, dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI, yang diterima Metrotvnews.com, Rabu 7 Juni 2017.
Dalam perjalanan kembali dari kunjungan kerja di Nigeria, Menlu perempuan pertama Indonesia itu transit di Doha untuk bertemu dengan Dubes RI untuk Qatar, guna mendapatkan laporan terkait situasi terkini dan keadaan WNI di Qatar.
"Dubes RI untuk Qatar menyampaikan bahwa situasi sampai saat ini masih normal. Ketersediaan bahan makanan dan barang di supermarket dan toko juga masih normal," sebut Menlu.
Menlu juga mendapatkan laporan dari Dubes RI yang menyebutkan telah melakukan komunikasi dengan kelompok-kelompok WNI di Doha untuk memastikan kondisi WNI dan menyampaikan kesiapan KBRI untuk memberikan perlindungan. Dalam rangka meningkatkan perlindungan, telah dibentuk Satgas khusus.
"Saya harapkan WNI di Qatar untuk segera melakukan komunikasi dengan KBRI jika membutuhkan bantuan," tutur mantan Dubes RI untuk Belanda itu.
Jumlah WNI di Qatar yang telah melapor diri ke KBRI per Juni 2017 ada sekitar 29 ribu. Hotline KBRI yang dapat dihubungi bagi WNI yang membutuhkan bantuan dan informasi: +974 3332 2875.
Krisis diplomatik Teluk
Arab Saudi dan beberapa negara memutus hubungan dengan Qatar pada Senin 5 Juni 2017. Mereka menuduh Qatar mendukung sejumlah grup teroris dan berusaha menggoyang stabilitas Timur Tengah.
Negara yang mengikuti langkah Arab Saudi adalah Bahrain, Uni Emirat Arab, Mesir, Yaman, Libya, Maladewa dan Mauritius. Sementara Yordania menurunkan level kontak diplomatik dengan Qatar dan menutup cabang Al-Jazeera di negaranya.
Kementerian Luar Negeri Qatar membantah tuduhan negara-negara Teluk. Doha mengaku kecewa atas pemutusan hubungan diplomatik, namun menegaskan tidak akan mengambil langkah-langkah yang dapat meningkatkan ketegangan.
Dalam beberapa pemberitaan, Arab Saudi memberikan syarat agar hubungan kedua negara kembali normal. Arab meminta agar Qatar untuk mengusir semua anggota kelompok Ikhwanul Muslimin dan Qatar. Hal tersebut juga disertai pembekuan rekening bank kelompok tersebut.
Proses mediasi
Kuwait yang tidak mengambil langkah serupa dengan Arab Saudi meminta Qatar untuk menahan diri. Emir Kuwait, Syekh Sabah Al Ahmad Al Jaber Al Sabah kembali dari kunjungan singkat ke Arab Saudi dan melakukan pertemuan dengan Raja Salman pada Selasa 6 Juni.
Namun kunjungan itu berakhir dengan kegagalan. Hingga saat ini Arab Saudi dan tujuh negara lain yang memutuskan hubungan dengan Qatar, masih belum memberikan tanda untuk ikut dalam negosiasi normalisasi hubungan.
Menteri Luar Negeri Qatar Syekh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani menegaskan negaranya tidak akan memperburuk situasi yang ada saat ini.
Ia menambahkan Doha akan menahan diri meski mengaku kesal atas aksi unilateral Arab Saudi dan beberapa negara lainnya di bidang diplomasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id