Presiden AS Donald Trump jatuhkan sanksi baru kepada Iran. (Foto: AFP).
Presiden AS Donald Trump jatuhkan sanksi baru kepada Iran. (Foto: AFP).

Trump Jatuhkan Sanksi, Iran Sebut Mustahil Berdialog

Internasional iran as-iran
Arpan Rahman • 25 Juni 2019 13:56
New York: Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Majid Takht Ravanchi memperingatkan bahwa ketegangan di Teluk Persia sangat berbahaya. Ia mengatakan bahwa pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) tidak mungkin terjadi di tengah eskalasi sanksi.
 
Baca juga: Sanksi Baru AS Targetkan Pemimpin Tertinggi Iran.
 
Komentar itu muncul ketika Presiden AS Donald Trump menandatangani sanksi keras terhadap Iran yang akan menargetkan pemimpin tertinggi negara itu, Ayatullah Ali Khamenei. Dubes Ravanchi mengatakan bahwa sanksi baru itu merupakan demonstrasi permusuhan AS terhadap rakyat Iran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, utusan AS membela tindakan Gedung Putih, seraya mengatakan bahwa tujuan Trump adalah mengembalikan Teheran ke meja perundingan. Dikatakan bahwa AS mencari solusi diplomatik untuk masalah-masalah mereka.
 
Ketegangan meningkat antara kedua negara setelah Teheran menembak jatuh pesawat tak berawak Amerika pekan lalu.
 
Berbicara di Ruang Oval di Gedung Putih, Trump katakan dia menandatangani perintah eksekutif guna menjatuhkan sanksi keuangan baru karena ‘tindakan provokatif Iran’ yang semakin meningkat.
 
Presiden AS berkata, pemimpin tertinggi Iran bertanggung jawab atas "perilaku permusuhan rezim" dan sanksi akan menepis dia dan kantornya dari "akses ke sumber daya keuangan utama dan dukungan".
 
"Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Mereka adalah sponsor teror nomor satu di dunia," ucap Donald Trump, dikutip dari Sky News, Selasa 25 Juni 2019.
 
Dia tambahkan: "Kami tidak mencari konflik dengan Iran atau negara lain. Saya menantikan hari ketika sanksi akhirnya dapat dicabut dan Iran dapat menjadi negara yang damai, makmur dan produktif."
 
Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin menyebutkan sanksi baru itu akan mengunci miliaran dolar tambahan dalam aset Iran. Namun Rusia mengatakan akan melawan sanksi -- yang telah dicap "ilegal" oleh Moskow -- dan menyerukan dialog antara AS dan Iran.
 
Trump awalnya mengatakan kepada para wartawan bahwa sanksi itu merupakan tanggapan atas penembakan pesawat tak berawak di atas Selat Hormuz, tetapi kemudian mengklaim bahwa itu dijatuhkan tanpa memandang insiden tersebut.
 
Iran beralasan pesawat tak berawak itu terbang di wilayah udaranya, yang dibantah Washington. AS berupaya menggalang dukungan di Timur Tengah dan Eropa untuk sikap garis keras terhadap Iran yang telah membawanya ke ambang konflik dengan musuh lama.
 
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tiba di Arab Saudi -- saingan Iran -- pada Senin di mana ia bertemu dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. AS menuduh Iran mendorong sekutu di Yaman buat menyerang target Saudi.
 
Dalam sebuah pernyataan bersama pada Senin, AS, Arab Saudi, UEA, dan Inggris menyatakan keprihatinan atas bahaya yang ditimbulkan oleh "aktivitas destabilisasi" Iran terhadap perdamaian dan keamanan di Yaman dan kawasan tersebut.
 
Amerika juga menyalahkan Iran atas serangan terhadap tanker di Teluk dalam beberapa pekan terakhir -- yang tanggung jawabnya telah disangkal Teheran -- dan AS mengatakan sedang membangun koalisi dengan sekutu guna melindungi jalur pelayaran Teluk.
 
Gedung Putih mengkonfirmasi bahwa AS melancarkan serangan dunia maya terhadap Iran, dan mengatakan itu melumpuhkan sistem intelijen negara yang mengendalikan peluncur roket dan misil.
 
Namun Iran mengklaim serangan siber itu gagal, menteri negara untuk teknologi informasi dan komunikasi mencuit di Twitter: "Mereka berusaha keras, tetapi belum melakukan serangan yang berhasil."
 
Aksi itu terjadi setelah Trump mengatakan pekan lalu bahwa ia menarik diri dari serangan udara sebagai balasan atas penghancuran drone AS oleh Iran karena akan menewaskan 150 orang.
 
Ketegangan antara kedua negara meningkat sejak AS menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 yang ditandatangani oleh sejumlah kekuatan dunia dengan Iran. AS lantas menerapkan sanksi yang menghancurkan terhadap ekonomi negara itu.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif