Petugas memeriksa logistik pemilu di Yola, Nigeria, 22 Februari 2019. (Foto: AFP/LUIS TATO)
Petugas memeriksa logistik pemilu di Yola, Nigeria, 22 Februari 2019. (Foto: AFP/LUIS TATO)

Warga Nigeria Bersiap Ikuti Pilpres yang Sempat Tertunda

Internasional nigeria
Arpan Rahman • 23 Februari 2019 14:00
Abuja: Rakyat Nigeria bersiap kembali untuk pergi ke tempat pemungutan suara setelah pemilihan umum presiden sempat ditunda pekan kemarin. Mereka berharap pilpres ini akan berjalan sesuai rencana Sabtu 23 Februari 2019.
 
Calon petahana, Muhammadu Buhari, dan penantang utamanya, Atiku Abubakar, telah memulai kembali kampanye sepanjang pekan ini. Keduanya berkampanye usai Komisi Pemilihan Nasional (INEC) mengumumkan bahwa pemilu ditunda Sabtu pekan kemarin.
 
INEC menyebut ada sejumlah "hambatan" yang membuat pemilu tidak bisa digelar sesuai jadwal. Salah satu hambatan itu disebut INEC adalah surat suara serta lembar penghitungan yang belum semuanya didistribusikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah mengumumkan penundaan, INEC mencoba meyakinkan warga Nigeria bahwa mereka sudah siap melanjutkan pilpres.
 
Sementara itu, seperti dikutip dari laman Guardian, Sabtu 23 Februari 2019,perwakilan khusus PBB untuk Afrika Barat, Mohamed Ibn Chambas, meminta Nigeria "berubah secara besar-besaran" lewat pilpres ini. Tetapi kurang dari setengah dari total populasi Nigeria terdaftar untuk memilih.
 
Pada 2015, tingkat keikutsertaan warga mencapai 44 persen dari 67 juta pemilih terdaftar. Jumlah yang terdaftar di Nigeria telah meningkat menjadi 84 juta di pilpres tahun ini, tetapi penundaan dikhawatirkan memengaruhi mereka yang akan datang ke TPS.
 
Sebagian orang Nigeria sudah menghabiskan waktu dan dana pada pekan kemarin untuk mengikuti pemilu, yang ternyata ditunda. Mereka semua, yang tinggal di daerah jauh dari keramaian, dikhawatirkan tidak bersedia lagi mengeluarkan uang untuk datang ke TPS.
 
Dalam upaya meningkatkan partisipasi, beberapa maskapai penerbangan dan perusahaan bus menawarkan diskon untuk warga lokal. Ada pula beberapa warga yang bersedia membayarkan biaya transportasi bagi para pemilih terdaftar.
 
Perekonomian Nigeria melambat selama masa jabatan pertama Buhari, meski mantan jenderal tersebut pernah berjanji akan mengatasi korupsi yang merajalela.
 
Sementara itu beberapa hari lalu, belasan orang tewas dalam kerusuhan massa pendukung kedua kubu. Kericuhan pecah di akhir pertemuan kampanye kubu petahana di Stadion Adokiye Amiesimaka. Beberapa orang memaksa keluar lewat pintu yang kecil dan berdesak-desakan.
 
Beberapa pekan terakhir, ketegangan meningkat antara APC dan Partai Demokrat Rakyat (PDP) Abubakar. PDP menuding pemerintah berusaha mencurangi pemungutan suara, sementara APC mengatakan partai oposisi mengobarkan kerusuhan.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi