Kaledonia Baru: Tetap Bersama atau Berpisah dari Prancis?
Warga Kaledonia Baru mengikuti referendum kemerdekaan, Minggu 4 November 2018. (Foto: AFP)
Noumea: Warga Kaledonia Baru ikut serta dalam referendum kemerdekaan, Minggu 4 November 2018, yang akan menentukan apakah wilayah mereka tetap bersama atau memisahkan diri dari Prancis. Referendum ini merupakan bagian dari perjanjian dua dekade lalu, usai sempat terjadi gelombang kekerasan yang dilakukan etnis pribumi Kanak.

Kubu pro kemerdekaan mendesak etnis Kanak untuk melepaskan "belenggu otoritas kolonial" Prancis. Namun sejumlah jajak pendapat menunjukkan mayoritas pemilih akan menolak kemerdekaan.

Sekitar 175 ribu warga merupakan pemilih terdaftar. Namun Kanak hanya berkontribusi kurang dari 50 persen total elektorat.

Rasa nasionalisme Prancis kuat di antara etnis Eropa yang tinggal di Kaledonia Baru. Sejumlah pengamat menilai bahkan sejumlah Kanak juga lebih memilih tetap bersama Paris.

Kaledonia Baru menerima sekitar 1,3 miliar euro atau setara Rp22 triliun dari pemerintah Prancis pada setiap tahunnya. Kaledonia Baru memiliki cadangan besar nikel, komponen vital dalam industri barang-barang elektronik, yang dipandang Prancis sebagai aset politik dan ekonomi berharga di kawasan.

Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan berpidato via saluran teleivis setelah hasil referendum keluar hari ini. Saat berkunjung ke ibu kota Kaledonia Baru, Noumea, pada Mei lalu, dia mengatakan Prancis akan terlihat "kurang indah tanpa Kaledonia Baru."

Dalam referendum ini, warga akan disodori pertanyaan: "Apakah Anda ingin Kaledonia Baru mendapat kedaulatan penuh dan menjadi merdeka?" Di bawah perjanjian 1998, jika referendum ini berakhir dengan kemenangan kubu "Tidak," maka dua pemilihan lanjutan dapat digelar lagi sebelum 2022.

Namun jika berakhir dengan kemenangan "Iya," maka Kaledonia Baru akan menjadi wilayah pertama Prancis yang terlepas sejak Djibouti (1977) dan Vanuatu (1980).

(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id