Mantan Presiden Sudan Omar al-Bashir. (Foto: AFP)
Mantan Presiden Sudan Omar al-Bashir. (Foto: AFP)

Uang Rp1,8 T Ditemukan di Rumah Mantan Presiden Sudan

Internasional konflik sudan
Willy Haryono • 21 April 2019 09:37
Khartoum: Tumpukan uang dalam jumlah besar ditemukan di rumah mantan Presiden Sudan Omar al-Bashir. Saat ini, Bashir sedang diinvestigasi terkait dugaan pencucian uang.
 
Petugas menemukan tumpukan uang berbentuk euro, dolar dan juga pound Sudan dengan total nilai lebih dari USD130 juta atau setara Rp1,8 triliun. Setelah digulingkan, Bashir ditempatkan dalam tahanan rumah. Laporan terbaru menyebut Bashir kini dijebloskan ke penjara Kobar.
 
Dilansir dari laman BBC, Sabtu 20 April 2019, tumpukan uang itu ditemukan dalam beberapa koper. Tim investigator diketahui akan "meminta keterangan kepada mantan presiden yang ada di penjara Kobar."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebuah foto dari media i memperlihatkan sejumlah pria berpakaian militer yang berdiri di samping beberapa kantung berisi uang tunai. Uang tersebut, yang disebut Radio Dabanga juga diperlihatkan kepada awak media, dimasukkan ke kantung yang biasa digunakan untuk menampung gandum.
 
Sebelumnya, Jaksa Agung Sudan mengatakan sebuah komite baru akan dibentuk untuk mengawasi jalannya investigasi anti-korupsi.
 
Namun, meski Bashir sudah dipenjara oleh dewan transisi militer, para demonstran belum puas. Massa tetap menginginkan Sudan yang dipimpin tokoh sipil, bukan dari kalangan militer.
 
Hari ini, Asosiasi Profesional Sudan (SPA), grup yang memimpin gerakan protes, mengaku akan menentukan nama-nama pejabat di dewan transisi. Dewan ini dibentuk untuk menggantikan junta militer Sudan.
 
"Kami ingin dewan transisi sipil ini, yang juga akan diisi beberapa perwakilan militer, akan menggantikan junta militer," ujar Ahmed al-Rabia, seorang pemimpin dari serikat dokter, insinyur dan guru.
 
Ribuan orang berkumpul di Khartoum usai menunaikan ibadah salat Jumat 19 April. Aksi tersebut merupakan yang terbesar sejak Bashir digulingkan dari kekuasaan.
 
Demonstrasi di Sudan diawali dengan kekhawatiran warga mengenai melonjaknya harga roti dan bahan bakar minyak sejak Desember tahun lalu. Namun demo tersebut berubah menjadi penentangan terhadap Bashir.
 
Baca:Demonstran Sudan Bertekad Bentuk Pemerintah Pengganti Junta
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif