Aksi unjuk rasa digelar di Khartoum, Sudan, Jumat 19 April 2019. (Foto: AFP)
Aksi unjuk rasa digelar di Khartoum, Sudan, Jumat 19 April 2019. (Foto: AFP)

Demonstran Sudan Bertekad Bentuk Pemerintah Pengganti Junta

Internasional konflik sudan
Willy Haryono • 20 April 2019 10:02
Khartoum: Pemimpin gerakan massa di Sudan bertekad menyebutkan nama-nama pejabat pemerintahan transisi untuk menggantikan junta militer yang saat ini berkuasa usai Omar al-Bashir digulingkan pekan lalu.
 
Demonstran masih belum mau menghentikan aksi protes meski Bashir sudah tidak lagi berkuasa. Mereka meminta junta militer menyerahkan kekuasaan ke kalangan sipil.
 
Militer Sudan memahami desakan demonstran, namun menegaskan masih akan berkuasa hingga dua tahun ke depan demi menjaga ketertiban dan keamanan. Setelah dua tahun berlalu, militer Sudan berjanji menggelar pemilihan umum untuk mengembalikan kekuasaan ke tangan sipil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Asosiasi Profesional Sudan (SPA), grup yang memimpin gerakan protes, mengaku akan menentukan nama-nama pejabat di dewan transisi dalam sebuah konferensi pers pada Minggu 21 April mendatang.
 
"Kami ingin dewan transisi sipil ini, yang juga akan diisi beberapa perwakilan militer, akan menggantikan junta militer," ujar Ahmed al-Rabia, seorang pemimpin dari serikat dokter, insinyur dan guru, kepada kantor berita AFP, Jumat 19 April 2019.
 
Ribuan orang berkumpul di Khartoum usai menunaikan ibadah salat Jumat. Aksi tersebut merupakan yang terbesar sejak Bashir digulingkan dari kekuasaan.
 
Dewan militer telah menyanggupi sejumlah permohonan pengunjuk rasa, termasuk mengizinkan menunjuk tokoh untuk menjabat posisi Perdana Menteri Sudan. Bashir juga telah dijebloskan ke penjara dengan keamanan maksimal, sesuai dengan desakan demonstran.
 
Namun pengunjuk rasa khawatir banyak tokoh elite yang dekat dengan Bashir masih berkuasa di junta militer.
 
"Jika kami tidak bertahan, maka kami akan dianggap tidak melakukan apa-apa. Kami akan berada di sini (jalanan) hingga kami menyingkirkan dewan militer," tutur Rania Ahmed, seorang demonstran.
 
Sementara itu, Amerika Serikat mengaku akan mengirim Makila James, wakil asisten menteri luar negeri yang bertanggung jawab atas urusan di Afrika timur. James akan datang ke Khartom pada akhir pekan ini.
 
"Keinginan masyarakat Sudan sudah jelas. Mereka ingin pemerintahan transisi yang inklusif dan menghargai hak asasi manusia serta aturan hukum," tutur juru bicara Kemenlu AS Morgan Ortagus.
 
Demonstrasi di Sudan diawali dengan kekhawatiran warga mengenai melonjaknya harga roti dan bahan bakar minyak sejak Desember tahun lalu. Namun demo tersebut berubah menjadi penentangan terhadap Bashir.
 
Baca:Ditekan Demonstran, Militer Sudan Pecat Lebih Banyak Pejabat
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif