Israel Tuduh Suriah Perintahkan Serangan Roket dari Gaza
Serangan udara Israel yang menghantam sebuah wilayah di Gaza, Palestina, Sabtu 27 Oktober 2018. (Foto: AFP).
Tel Aviv: Tentara Israel menuduh Pemerintah Suriah dan Iran pada Sabtu memerintahkan pejuang Palestina di Gaza untuk menembakkan belasan roket ke Israel selatan. Otoritas Tel Aviv mengancam akan membalas serangan.

Rentetan roket, yang dimulai Jumat 26 Oktober malam dan berlanjut hingga Sabtu 27 Oktober pagi, memicu serangan balasan yang ekstensif oleh pesawat Israel terhadap Gaza. Risikonya dapat meningkat menjadi konflik yang lebih luas.
 
Baca juga: Sejumlah Ruangan RS Indonesia di Gaza Rusak.

 
Islamic Jihad, kelompok Palestina yang meluncurkan roket, mengatakan pada Sabtu telah menyetujui gencatan senjata dengan Israel untuk menghentikan permusuhan. Gencatan itu ditengahi Mesir.
 
Serangan baru itu terjadi beberapa jam setelah enam warga Palestina tewas dalam bentrokan baru di perbatasan Gaza-Israel. Bentrokan terjadi bahkan ketika penguasa wilayah tersebut, Hamas, mengatakan Mesir berupaya untuk bernegosiasi menenangkan keadaan.
 
"Roket-roket yang diluncurkan melawan Israel adalah perintah dan insentif yang diberikan dari Damaskus dengan keterlibatan yang jelas dari Pasukan Quds Pengawal Revolusi Iran," kata juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Jonathan Conricus, seperti dikutip dari kantor berita AFP, Minggu 28 Oktober 2018.
 
Dikatakan, 39 roket sudah ditembakkan ke Israel selatan oleh kelompok Islamic Jihad sejak Jumat malam, 17 diantaranya dicegat pertahanan udara dan sisanya menghantam tanah kosong.
 
Pesawat Israel melakukan serangan balasan yang gencar, menargetkan 87 situs milik Hamas penguasa wilayah. Juga menyerang delapan target Islamic Jihad pada Sabtu, kata tentara.
 
Sayap bersenjata Islamic Jihad, kelompok militan terbesar kedua di Gaza, awalnya mengancam akan melanjutkan dan memperluas tembakan roket mereka. Namun, pada Sabtu sore, juru bicara kelompok itu mengumumkan gencatan senjata.

Baca juga: Kelompok Palestina-Israel Umumkan Gencatan Senjata.
 
Para pejabat keamanan Israel menolak berkomentar tentang gencatan senjata. Tetapi menegaskan tidak ada serangan dari kedua pihak sejak pengumuman Islamic Jihad.
 
Warga Palestina berkumpul untuk protes di sepanjang perbatasan setidaknya setiap pekan sejak 30 Maret. Menurut angka yang dikumpulkan oleh AFP, setidaknya 213 warga Palestina tewas oleh tembakan Israel di Gaza sejak protes dimulai.
 
Mayoritas korban tewas selama protes, sementara jumlah yang lebih kecil tewas oleh serangan udara atau tembakan tank. Seorang tentara Israel ditembak mati oleh penembak jitu Palestina pada periode yang sama.




(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id