Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran gantikan sang ayah Ali Khamenei. (foto: x)
Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran gantikan sang ayah Ali Khamenei. (foto: x)

Resmi! Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran Gantikan Ali Khamenei

Adri Prima • 09 Maret 2026 05:57
Ringkasnya gini..
  • Majelis Ahli Iran resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Agung baru setelah tewasnya Ali Khamenei dalam serangan udara AS–Israel.
  • Penunjukan tersebut disebut diputuskan oleh Majelis Ahli Iran di tengah meningkatnya konflik dan tekanan dari Amerika Serikat serta Israel.
  • Presiden AS Donald Trump sempat meragukan kepemimpinan Mojtaba, sementara Iran menegaskan suksesi pemimpin negara merupakan urusan internal mereka.
Teheran: Pemerintah ulama Iran resmi menunjuk Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Agung baru pada Minggu, 8 Maret. Penunjukan ini disebut sebagai respons terhadap tekanan serta ancaman dari Amerika Serikat dan Israel yang secara terbuka menolak proses suksesi tersebut.
 
Mojtaba Khamenei yang berusia 56 tahun ditetapkan sebagai pemimpin baru sembilan hari setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Serangan tersebut memicu meningkatnya konflik besar di kawasan Timur Tengah.
 
Majelis Ahli Iran menyatakan keputusan tersebut diambil secara bulat oleh para anggotanya.

"Mojtaba Khamenei ditunjuk dan diperkenalkan sebagai pemimpin ketiga dari sistem suci Republik Islam Iran, berdasarkan suara mutlak dari para perwakilan Majelis Ahli yang terhormat," bunyi pernyataan resmi lembaga ulama tersebut.
 
Baca juga:
Nekat Lintasi Selat Hormuz, Kapal Tanker Minyak Dihantam Drone Iran

 
Majelis juga menegaskan bahwa keputusan itu diambil tanpa keraguan sedikit pun, meskipun pihak AS menentang penunjukkan Mojtaba Khamenei.
 
"Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama," ujar Trump kepada ABC News.
 
Menanggapi hal tersebut, pemerintah Iran menegaskan bahwa penunjukan pemimpin negara merupakan urusan domestik yang tidak dapat dicampuri pihak luar. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan hal itu saat tampil dalam program Meet the Press di NBC.
 
Dalam kesempatan tersebut, Araghchi juga mendesak Trump untuk meminta maaf kepada masyarakat di kawasan Timur Tengah karena dinilai telah memicu konflik yang lebih luas.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan