Turki Didesak Bawa PBB Selidiki Jurnalis Arab Saudi
Pihak forensik Turki melakukan pencarian bukti terkait keberadaan Jamal Khashoggi di Kantor Konjen Arab Saudi di Istanbul. (Foto: AFP).
Ankara: Pihak berwenang Turki masih terus menyelidiki menghilangnya jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi. Turki pun didesak untuk sertakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam penyelidikan.
 
Empat kelompok hak asasi manusia dan lembaga kebebasan pers meminta untuk membawa PBB, demi mencegah menutupi dari dugaan kejahatan. Keempat kelompok ini antara lain: The Committee to Protect Journalists, Human Rights Watch, Amnesty International dan Reporters Without Borders.
 
Baca juga: Tersangka Pembunuh Khashoggi Tewas dalam Kecelakaan Mobil.
 
Mereka mengatakan penyelidikan semacam itu yang ditetapkan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres akhirnya akan menjernihkan permasalahan yang ada.
 
Tetapi Amerika Serikat, telah berulang kali memberi para pejabat di Arab Saudi sikap yang ragu. Beberapa kali Presiden AS Donald Trump menekankan bahwa hubungan AS-Saudi tidak dapat dipertaruhkan.
 
Trump telah berulang kali memuji pembelian senjata Saudi secara besar-besaran, sementara Pompeo menggunakan banyak komentar singkatnya pada Kamis untuk mengingat kembali "hubungan strategis jangka panjang dengan kerajaan Arab Saudi."
 
"Arab Saudi terus menjadi mitra kontra-terorisme yang penting. Mereka adalah penjaga dua tempat suci. Kita harus memperhatikan hal itu juga," kata Pompeo, seperti dikutip AFP, Jumat 19 Oktober 2018.
 
Kehebohan kasus ini juga mengakibatkan lubang dalam konferensi Inisiatif Investasi di Riyadh yang akan berlangsung pekan depan. Konferensi ini dimaksudkan untuk memamerkan rencana Pangeran Mohammed bin Salman untuk memodernisasi Kerajaan Arab Saudi.
 
Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan ia menarik diri dari keikutsertaan dalam konferensi. Langkah serupa sebelumnya dilakukan oleh para menteri senior dari Inggris, Prancis dan Belanda, serta serangkaian pemimpin perusahaan.
 
Detail berdarah
 
Baik Turki maupun Amerika Serikat belum secara terbuka telah mengkonfirmasi bahwa Khashoggi telah tewas atau mengatakan secara resmi bahwa Riyadh harus disalahkan.
 
Media Turki, Yeni Safak merilis rincian rekaman audio penyelidikan kematian wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Dalam rekaman tersebut terungkap Khashoggi tewas dimutilasi hidup-hidup.
 
Baca juga: Media Turki Sebut Khashoggi Dimutilasi Hidup-hidup.
 
Rekaman ini diperoleh dari intelijen Turki. Para pembunuh Khashoggi sebelumnya dilaporkan menunggu saat wartawan tersebut berjalan ke Konsulat Arab Saudi di Istanbul. Sedangkan sebagian lainnya atau sebuah tim yang diduga terdiri dari 15 agen Saudi, beberapa memiliki hubungan dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, sedang menunggu Khashoggi di dalam konsulat Saudi.
 
Ketika dia tiba pukul 1:15 sore waktu setempat pada 2 Oktober, ia segera ditangkap saat memasuki kantor dan kemudian dipukuli serta disiksa sampai mati. Sebelum menemui ajalnya, para pembunuh Khashoggi memutilasi beberapa anggota tubuhnya, mulai dari jari hingga memenggal kepala. Laporan mengatakan pria itu tewas dalam waktu tujuh menit.
 
Surat kabar pro-pemerintah,  Sabah,  pada Kamis mengatakan pejabat keamanan Saudi Maher Abdulaziz Mutreb, diyakini dekat dengan putra mahkota, adalah pemimpin operasi. Surat kabar itu kemudian menjelaskan pergerakan Mutreb pada hari Khashoggi menghilang.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id