PM Inggris Theresa May dalam KTT UE-Liga Arab di Sharm el Sheikh, Mesir, 24 Februari 2019. (Foto: AFP/KHALED DESOUKI)
PM Inggris Theresa May dalam KTT UE-Liga Arab di Sharm el Sheikh, Mesir, 24 Februari 2019. (Foto: AFP/KHALED DESOUKI)

PM Inggris Dorong Perjanjian Damai Konflik Yaman

Internasional politik inggris konflik yaman
Arpan Rahman • 25 Februari 2019 13:56
Sharm el Sheikh: Perdana Menteri Inggris Theresa May mendorong negara-negara Arab dan Eropa untuk "melipatgandakan upaya" untuk mencapai perjanjian damai konflik Yaman. Pernyataan disampaikan PM May dalam perjalanan menuju KonferensI Tingkat Tinggi Uni Eropa dan Liga Arab di Sharm el-Sheikh, Mesir, Minggu 24 Februari 2019.
 
"Harus ada solusi politik. Ini satu-satunya cara mengakhiri krisis (Yaman) dan penderitaan yang diakibatkannya," kata PM May, seperti dikutip dari laman Sky News.
 
PM May meminta dialog damai konflik Yaman yang digelar di Stockholm pada Desember lalu diubah menjadi "perdamaian abadi." Perang sipil di Yaman antara pasukan lokal yang didukung Arab Saudi dengan pemberontak Houthi sudah berlangsung hampir empat tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam dialog damai di Stockholms, kedua kubu menyepakati gencatan senjata di kota pelabuhan Hodeidah dan menarik pasukan. "Tekanan harus diberikan kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik (Yaman)," tegas PM May.
 
"Pasukan dari semua kubu harus keluar dari Hodeidah dan melanjutkan rencana pertukaran tawanan. Gencatan senjata harus dihormati semua pihak tanpa terkecuali," lanjutnya.
 
Menggunakan kesempatan di KTT UE-Liga Arab, PM May bertekad mendorong Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al Saud untuk menyelesaikan konflik Yaman. Meski begitu, PM May mengisyaratkan kebijakan penjualan senjata dari Inggris ke Arab Saudi tetap berjalan sesuai rencana.
 
"Saya akan menggarisbawahi komitmen Inggris terhadap keamanan Arab Saudi di kawasan," ungkap PM May.
 
Pernyataan PM May soal komitmen tersebut muncul usai parlemen Inggris merilis sebuah laporan. Salah satu yang disebutkan dalam laporan adalah, penjualan senjata dari Inggris ke Arab Saudi telah "menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa dari warga sipil" di Yaman.
 
Masih terkait konflik Yaman, PM May berjanji akan menggelontorkan tambahan dana bantuan senilai GBP200 juta atau setara Rp3,6 triliun ke negara tersebut. Janji diungkapkan PM May menjelang konferensi konflik Yaman di Jenewa pada Selasa mendatang.
 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut sekitar 10 ribu orang tewas dalam konflik di Yaman. Namun sejumlah kelompok hak asasi manusia memprediksi angka sebenarnya jauh lebih tinggi.
 
Baca:Pemerintah Yaman dan Pemberontak Houthi Sepakat Tarik Pasukan
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif