Bandara Abha di Arab Saudi. (Foto: AFP)
Bandara Abha di Arab Saudi. (Foto: AFP)

Houthi Serang Dua Bandara Saudi dengan Drone

Internasional konflik yaman arab saudi
Willy Haryono • 16 Juni 2019 19:24
Jizan: Pemberontak Houthi asal Yaman dikabarkan melancarkan serangan dengan menggunakan pesawat tanpa awak alias drone ke bandara di Jizan dan Abha di Arab Saudi bagian selatan. Kabar disampaikan saluran televisi Al-Masirah TV, Sabtu 15 Juni 2019.
 
Sementara Al-Arabiya TV melaporkan bahwa pasukan Saudi telah mencegat sebuah misil balistik yang meluncur ke arah kota Abha. Houthi mengklaim rangkaian serangan drone itu ditujukan ke ruang kendali di bandara Jizan dan stasiun pengisian bahan bakar di bandara Abha.
 
"Dua bandara mereka kini sudah tidak dapat digunakan. Kami menjanjikan hari-hari yang lebih menyakitkan untuk rezim Saudi, selama agresi mereka juga tetap berlanjut di negara kami," ujar juru bicara Houthi di akun Twitter yang kontennya diunggah Al-Masirah TV.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Houthi telah beberapa kali menyerang bandara Abha sejak Rabu kemarin. Serangan misil Houthi di bandara tersebut sempat melukai 26 orang.
 
Koalisi pimpinan Saudi, yang mengintervensi konflik Yaman sejak 2015, mengaku telah mencegat lima drone yang menyerang bandara Abha dan Khamis Mushait di kawasan yang sama.
 
Merespons rangkaian serangan drone itu, koalisi Saudi mengaku telah menghancurkan sejumlah aset militer Houthi di pinggiran Sanaa, Yaman. Belum diketahui apakah serangan terbaru Houthi di Saudi menimbulkan korban atau tidak.
 
Pimpinan koalisi, yakni Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, menuduh Garda Revolusioner Iran dan Hizbullah asal Lebanon sebagai pendukung Houthi. Ketiga pihak tertuduh itu membantah keras tudingan koalisi.
 
Houthi meningkatkan serangan misil dan drone terhadap beberapa kota Saudi seiring meningkatnya ketegangan antara Iran dengan sejumlah negara mitra Amerika Serikat. Bulan lalu, Houthi melancarkan serangan terhadap dua kilang minyak Saudi.
 
Iran dan AS terlibat perang kata-kata sejak Presiden Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir 2015. Ketegangan semakin memburuk saat AS meningkatkan sanksi ekonomi dan juga mengirim armada militernya ke Timur Tengah.
 
Konflik Yaman selama ini dipandang sebagai sebuah perang proksi antara Arab Saudi dengan Iran.
 
Baca:Ikuti AS, Saudi Salahkan Iran atas Serangan Tanker

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif