Assad Akui Sistem Pertahanan Rusia Lebih Hebat dari Koalisi AS
Presiden Suriah Bashar al-Assad saat bertemu anggota parlemen Rusia Dmitry Sablin (Foto: AFP).
Damaskus: Presiden Suriah Bashar al-Assad mendeskripsikan serangan udara yang dipicu Amerika Serikat ke negara itu sebagai tindakan agresi selama pertemuan dengan anggota parlemen Rusia, Minggu 15 April.
 
Anggota parlemen Rusia Dmitry Sablin mengatakan Assad memuji senjata pertahanan rudal Rusia selama pertemuan di Damaskus. Ia menggambarkan pertahanan mereka lebih superior daripada yang digunakan AS dan sekutunya.
 
(Baca: Putin Peringatkan Kekacauan jika Ada Serangan ke Suriah).
 
"Kemarin kami melihat agresi Amerika, dan kami dapat menangkisnya dengan rudal Soviet yang diproduksi pada 1970-an," kata Sablin mengutip Assad, seperti disitir UPI, Senin 16 April 2018.
 
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim sistem pertahanan udara Suriah mencegat 71 dari 105 rudal yang diluncurkan di tiga lokasi di Suriah, pada Sabtu pagi waktu setempat.
 
Serangan udara dilakukan oleh AS, Inggris, dan Prancis sebagai tanggapan terhadap kekhawatiran pasukan Assad melakukan serangan bahan kimia terhadap warga sipil di kota Douna yang dikuasai pemberontak akhir pekan lalu yang menewaskan lebih dari 70 orang.
 
"Film-film Amerika telah menunjukkan sejak tahun 1990-an bahwa senjata buatan Rusia 'ketinggalan zaman.' Namun, hari ini kita dapat melihat siapa yang benar-benar tertinggal," kata Assad tentang respons Rusia terhadap serangan tersebut.
 
Setelah serangan udara, Kepala Staf Gabungan Letnan Jenderal AS Kenneth McKenzie mengatakan, dia tidak melihat indikasi bahwa sistem pertahanan udara Rusia berguna. Ia menyebut tanggapan Suriah 'tidak pandang bulu' dan sebagian besar sia-sia.
 
"Tidak ada senjata Suriah yang berpengaruh pada apa yang kami lakukan," kata McKenzie.
 
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dengan Presiden Iran Hassan Rouhani di telepon, dan mereka setuju bahwa serangan udara di Suriah secara serius merusak prospek buat penyelesaian politik di negara ini.
 
(Baca: Assad: Serangan Koalisi adalah Bentuk Agresi).
 
"Vladimir Putin, khususnya, menekankan bahwa jika tindakan seperti itu, yang dilakukan dengan melanggar Piagam PBB, berlanjut, itu pasti akan mengarah pada kekacauan dalam hubungan internasional," kata keterangan pers Kremlin.
 
AS dan sekutunya mengatakan Minggu tidak ada rencana serangan lebih lanjut terhadap Suriah. Tetapi memperingatkan serangan-serangan kimia tambahan bisa mendorong respons militer.
 
Setelah serangan udara, pasukan bersenjata Suriah melakukan setidaknya 28 serangan di pedesaan Homs dan Hama. Diikuti tembakan artileri dari daerah sipil, menurut organisasi penyelamatan sukarela Pertahanan Sipil Suriah, juga dikenal sebagai Helm Putih.
 
Pembaruan serangan udara juga dilakukan terhadap warga sipil di kota-kota DeirFoul dan Qunaitrat, kata organisasi tersebut.

 
 



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id