Assad: Serangan Koalisi adalah Bentuk Agresi
Target serangan udara AS, Inggris dan Prancis di Suriah (Foto: AFP).
Damaskus: Presiden Suriah Bashar al-Assad muncul pertama kali di televisi, setelah serangan yang dilakukan oleh pasukan koalisi pimpin Amerika Serikat (AS).
 
(Baca: Trump Klaim Serangan ke Suriah Sukses Besar).
 
Pada Minggu, Assad muncul di televisi nasional dan merasa yakin dengan kekuasaan pemerintahannya saat ini. Dirinya pun mengecam serangan yang ke arah Damaskus.
 
"Serangan militer dari koalisi adalah bentuk agresi," ujar Assad kepada televisi Suriah SANA, seperti dikutip CBS News, Senin 16 April 2018.
 
"Dana sebesar USD400 miliar dibutuhkan untuk mengembalikan ekonomi Suriah dan infrastrukturnya," jelasnya.
 
Sejak serangan udara itu, warga Suriah yang berada di Damaskus justru menegaskan bahwa negaranya akan tetap kuat.
 
"Mereka terus berusaha menyerang dan melakukan konspirasi dengan Suriah selama delapan tahun. Tetapi negara kami akan tetap kuat," tutur seorang siswa Suriah.
 
Sementara kelompok pemberontak Suriah menilai serangan itu tidak menghantam objek vital karena Assad masih tetap berkuasa. Bahkan pasukan pemerintah Suriah terus menancapkan kekuasaannya di wilyah-wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh pemberontak.
 
(Baca: Serang Suriah Tanpa Persetujuan, PM Inggris Dikecam).
 
Serangan terhadap Suriah ini dipicu oleh dugaan serangan kimia yang dilakukan oleh pasukan pemerintah ke warga Suriah di Douma, Ghouta timur. Penyelidik senjata kimia sudah dikerahkan untuk menyelidiki serangan ini, mereka pun sudah bekerja sejak 15 April.
 
Wakil Menteri Luar Negeri Suriah mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan bantuan kepada para penyelidik. Hingga saat ini Pemerintah Suriah menegaskan bahwa serangan kimia itu tidak pernah terjadi.

 
 



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id