Seorang pria melewati sebuah billboard di Qatar, 9 Juni 2017. Foto: AFP
Seorang pria melewati sebuah billboard di Qatar, 9 Juni 2017. Foto: AFP

Konflik Qatar Berpotensi Ciptakan Pasar Makanan Baru

Surya Perkasa • 10 Juni 2017 12:34
medcom.id, Jakarta: Konflik teluk yang menyasar Qatar membuat negara tersebut mengalami krisis makanan. Hal ini disebabkan blokade yang dilakukan negara Arab Saudi cs.
 
Pakar politik Islam UIN Jakarta Ali Munhanif menyebut krisis pangan ini menjadi potensi pasar makanan baru bagi negara lain.
 
"Krisis ini sebenarnya membuka peluang negara penghasil produk (makanan) olahan. Karena produk ini sangat mereka butuhkan," kata Ali dalam diskusi Populi Center di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu 10 Juni 2017.

Selama ini kebutuhan pangan Qatar sangat bergantung pada negara-negara sekitar. Namun, diputusnya hubungan diplomatik dan penutupan jalur perbatasan membuat Qatar kesulitan mendapatkan pasokan pangan.
 
Baca: Qatar Tegaskan akan Menahan Diri di Tengah Kisruh Diplomatik
 
Potensi ini sudah dilihat Iran dan Turki. Mereka menyatakan akan membantu memasok makanan bagi negara berpenduduk 2,6 juta jiwa itu.
 
Ali mengatakan Indonesia--walau kini memilih netral dan tidak terlibat--seharusnya mempertimbangkan potensi pasar pangan baru yang tercipta dari konflik teluk. "Ini momen negara lain menawarkan bantuan (pasokan), termasuk Indonesia," kata Ali.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(UWA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan