Pakar politik Islam UIN Jakarta Ali Munhanif menyebut krisis pangan ini menjadi potensi pasar makanan baru bagi negara lain.
"Krisis ini sebenarnya membuka peluang negara penghasil produk (makanan) olahan. Karena produk ini sangat mereka butuhkan," kata Ali dalam diskusi Populi Center di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu 10 Juni 2017.
Selama ini kebutuhan pangan Qatar sangat bergantung pada negara-negara sekitar. Namun, diputusnya hubungan diplomatik dan penutupan jalur perbatasan membuat Qatar kesulitan mendapatkan pasokan pangan.
Baca: Qatar Tegaskan akan Menahan Diri di Tengah Kisruh Diplomatik
Potensi ini sudah dilihat Iran dan Turki. Mereka menyatakan akan membantu memasok makanan bagi negara berpenduduk 2,6 juta jiwa itu.
Ali mengatakan Indonesia--walau kini memilih netral dan tidak terlibat--seharusnya mempertimbangkan potensi pasar pangan baru yang tercipta dari konflik teluk. "Ini momen negara lain menawarkan bantuan (pasokan), termasuk Indonesia," kata Ali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id