Arab Saudi Tolak Hasil Penyelidikan CIA Terkait Khashoggi

Fajar Nugraha 20 November 2018 09:51 WIB
Jamal Khashoggi
Arab Saudi Tolak Hasil Penyelidikan CIA Terkait Khashoggi
Menlu Arab Saudi Adel al-Jubeir tolak penyelidikan CIA terkait kematian Jamal Khashoggi. (Foto: AFP).
Riyadh: Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir menolak klaim,-termasuk oleh dinas intelijen Amerika Serikat (CIA),- bahwa Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman memerintahkan pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi.

Baca juga: Raja Saudi Bela Putra Mahkota Mengenai Kematian Khashoggi.

Kantor berita internasional melaporkan bahwa temuan dari CIA menyebutkan bahwa penguasa de facto dari Arab Saudi itu memiliki kaitan langsung dengan pembunuhan Khashoggi. Jurnalis itu dibunuh di gedung Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober.


“Kami sadar akan adanya tuduhan mengenai putra mahkota, tetapi tuduhan itu tidak berdasar dan menolaknya, maupun asalnya dari bocoran informasi atau apapun,” ujar Menlu Jubeir kepada suratkabar Al Shara Al Awsat, seperti dikutip AFP, Selasa 20 November 2018.

“Ada bocoran informasi yang belum diumumkan secara resmi dan saya melihat hal itu hanya berdasarkan pada penilaian bukan bukti konklusif,” imbuhnya.

Seorang sumber yang mengetahui penilaian dari CIA ini mengatakan, penilaian itu didasarkan atas bukti keadaan yang mengaitkan peran utama Pangeran Mohammed memimpin pemerintahan Arab Saudi.

Jubeir juga menanggapi komentar Presiden Recep Tayyip Erdogan yang menyebutkan perintah pembunuhan itu berasal dari tingkatan pemerintahan tertinggi di Arab Saudi tetapi bukan Raja Salman. Ucapan itu mengarah pada Pangeran Mohammed.

“Kami sudah pemerintah Turki di level tertinggi untuk menjelaskan arti komentar itu. Mereka sudah menjelaskan bahwa putra mahkota bukanlah maksud dari komentar itu,” tuturnya.

“Kepemimpinan Kerajaan Arab Saudi diwakili oleh penjaga Dua Masjid Suci (Raja Salman) dan putra mahkota dan ada garis merah. Kami tidak akan izinkan upaya untuk merusak atau merendahkan mereka,” tegas Jubeir.

Khashoggi yang merupakan koresponden The Washington Post, dikenal sebagai pengkritik  Kerajaan Arab Saudi. Dia tewas dibunuh oleh agen-agen Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi sendiri sudah mendakwa lima orang tersangka pembunuhan ini dengan hukuman mati.

 



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id