Parach Rattanachaiphan, perwakilan resmi Angkatan Laut Thailand berpangkat Laksamana Muda, menyampaikan kapal berbobot sekitar 30.000 ton tersebut diserang tak lama setelah meninggalkan Pelabuhan Khalifa.
"Serangan terjadi saat kapal melintasi Selat Hormuz dan menyebabkan kebakaran hebat di bagian buritan kapal," ujar Rattanachaiphan dalam keterangannya resminya.
Evakuasi dan penyelamatan kru kapal
Setelah menerima informasi serangan melalui jaringan komunikasi angkatan laut internasional, Pusat Operasi Angkatan Laut Thailand segera berkoordinasi dengan Angkatan Laut Oman serta Kedutaan Besar Thailand di Oman untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR).
| Baca juga: Laporan Intelijen AS: Terungkap Iran Pasang Ranjau di Selat Hormuz |
Berdasarkan laporan terbaru, total awak kapal Mayuree Naree berjumlah sebanyak 23 kru. Sebanyak 20 orang selamat dan berhasil dievakuasi. Sedangkan 3 orang lainnya masih dalam pencarian.
Pihak yang menyerang masih misteri
Hingga kini, sumber serangan udara tersebut belum diketahui. Pemerintah Thailand bersama otoritas keamanan regional di kawasan Timur Tengah masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah serangan tersebut melibatkan aktor negara atau kelompok non-negara.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi militer di kawasan Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir.
Otoritas terkait juga mengimbau perusahaan pelayaran internasional meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur perairan di kawasan Teluk khususnya Selat Hormuz.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News