Warga memeriksa kerusakan akibat serangan udara di kota Muhambal, Idlib, Suriah, Sabtu 6 Juli 2019. (Foto: AFP/Amer Alhamwe)
Warga memeriksa kerusakan akibat serangan udara di kota Muhambal, Idlib, Suriah, Sabtu 6 Juli 2019. (Foto: AFP/Amer Alhamwe)

Pengeboman di Idlib Tewaskan 14 Warga, Termasuk 7 Anak-Anak

Internasional krisis suriah suriah membara konflik suriah
Willy Haryono • 06 Juli 2019 19:07
Idlib: Rangkaian serangan udara di provinsi Idlib, Suriah, menewaskan sedikitnya 14 orang, termasuk tujuh anak-anak. Kabar disampaikan grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), Sabtu 6 Juli 2019.
 
Dilansir dari Gulf Today, SOHR menyebut serangan pesawat jet tempur dan helikopter pemerintah Suriah terjadi di desa Mahambel di Idlib. Serangan tersebut menewaskan 13 warga sipil, termasuk tujuh anak-anak.
 
Seorang perempuan juga dilaporkan tewas terkena pengeboman pemerintah pada Sabtu pagi di kota Khan Sheikhun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Idlib, wilayah yang dihuni sekitar tiga juta orang, adalah markas terakhir pemberontak Suriah. Wilayah ini terus dibombardir pemerintah Suriah yang didukung mitranya, Rusia.
 
Berbatasan dengan Turki, Idlib merupakan wilayah kekuasaan grup pemberontak bekas afiliasi al-Qaeda, Hayat Tahrir al-Sham. Beberapa grup ekstremis dan pemberontak lainnya juga aktif di Idlib.
 
Seharusnya Idlib terlindungi dari serangan udara rezim Suriah lewat sebuah perjanjian yang disepakati Moskow dan Ankara pada September lalu. Namun pemerintah Suriah dan Rusia meningkatkan serangan udara mereka di Idlib sejak akhir April.
 
Menurut data SOHR, lebih dari 520 warga sipil tewas terkena serangan udara Suriah dan Rusia di idlib sejak saat itu.
 
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut 25 fasilitas kesehatan di Idlib telah terkena serangan udara. Salah satu fasilitas itu adalah rumah sakit bawah tanah di kota Kafranbel, yang terkena serangan udara pada Kamis lalu.
 
"Serangan tetap terjadi meski koordinat rumah sakit tersebut telah disampaikan kepada kubu-kubu bertikai," sebut seorang pejabat PBB.
 
"Saya prihatin terhadap berlanjutnya serangan terhadap wilayah dan infrastruktur warga sipil di Suriah," kata Mark Cutss, Wakil Kepala Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Krisis Suriah.
 
Perang di Suriah telah menewaskan lebih dari 370 ribu orang dan membuat jutaan lainnya telantar sejak 2011. Perang sipil ini dimulai dengan unjuk rasa damai anti-pemerintah.
 
Baca:Suriah Sebut Serangan Israel Masuk Kategori Terorisme
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif