medcom.id, Manama: Menanggapi kisruh hubungan diplomatik antara Qatar dan negara tetangganya, Menteri Luar Negeri Bahrain menyebutkan semua pilihan terbuka terkait Qatar.
Bersama Arab Saudi, Yaman, Uni Emirat Arab, Libya, Maladewa, Mesir, Mauritius, Bahrain memutuskan hubungan diplomatik. Pemutusan hubungan diplomatik dilakukan atas tuduhan bahwa Qatar mendukung operasi terorisme di kawasan Teluk dan Timur Tengah secara keseluruhan.
Krisis ini memicu Emir Kuwait, Syekh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah, melakukan perjalanan dari Uni Emirat Arab ke Qatar pada Rabu, untuk membahas penyelesaian krisis. Sebelumnya Syekh Sabah juga mengunjungi Arab Saudi.
Tapi, beberapa tanggapan terkuat terkait upaya itu menunjukkan keraguan bahwa Qatar akan mengubah sikapnya. Menlu Bahrain Syekh Khalid bin Ahmed al-Khalifa menuturkan keraguannya.
"Emir Kuwait adalah utusan yang baik, tapi kebijakan Qatar belum tentu membuat usahanya berhasil," ujar Syekh Khalid kepada Makah, yang dikutip Reuters, Jumat 9 Juni 2017.
"Kami tidak akan ragu untuk melindungi kepentingan kami. Pilihan kami terbuka untuk melindungi diri dari Qatar," tegasnya.
Sikap tegas juga datang dari Qatar. Menteri Luar Negeri Qatar Syekh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani mengatakan, negaranya tidak siap untuk mengubah kebijakan luar negerinya guna menyelesaikan perselisihan dengan negara tetangganya dan tak akan pernah berkompromi.
"Qatar akan menghormati perjanjian-perjanjian gas LPG yang telah ditandatangani dengan Uni Emirat Arab (UAE) kendati pemutusan hubungan dengan Doha," pungkas Syekh Mohammed.
Menurutnya Iran telah memberikan jaminan kepada Qatar untuk siap membantu menjamin pasokan makanan. Teheran juga akan menunjuk tiga dari pelabuhannya ke Qatar, meskipun tawaran itu belum diterima.
Sebagai kekhawatirannya, Menlu Qatar menyatakan perselisihan itu mengancam stabilitas keseluruhan kawasan dan menambahkan diplomasi masih dikedepankan oleh Doha dan tidak pernah ada solusi militer untuk mengatasi masalah
tersebut. Ia mengatakan Qatar tidak pernah mengalami sejenis permusuhan itu, bahkan dari negara musuh.
Dikatakannya tak ada perubahan dari pengerahan militer Qatar dan belum ada tentara digerakkan.
Hal tersebut diungkapkannya setelah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Bahrain menutup jalur transportasi.
Qatar menyatakan tuduhan mendukung teroris tersebut tak berdasar. Menlu Bahrain pun tetap menekan Qatar mengulangi lagi pada Kamis sebuah tuntutan bahwa Doha agar menjaga jarak dari Iran dan menghentikan dukungan bagi 'organisasi teroris'.
Dalam wawancara disiarkan surat kabar "Asharq al-Awsat", yang terbit di Saudi, Syekh Khalid mengatakan bahwa yang diajukan keempat negara itu untuk penyelesaian kemelut tersebut "sudah jelas seperti kristal".
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id