Menteri Pertahanan Sudan Awad Mohamed Ahmed Ibn Auf dilantik jadi presiden sementara. (Foto: AFP).
Menteri Pertahanan Sudan Awad Mohamed Ahmed Ibn Auf dilantik jadi presiden sementara. (Foto: AFP).

Menteri Pertahanan Sudan jadi Presiden Sementara

Internasional politik sudan
Marcheilla Ariesta • 12 April 2019 13:16
Khartum: Menteri Pertahanan Sudan Awad Mohamed Ahmed Ibn Auf dilantik untuk menjadi kepala dewan transisi Sudan. Dia menggantikan posisi Presiden Omar al-Bashir yang mengundurkan diri usai dikudeta Angkatan Bersenjata.
 
"Awed Mohamed Ahmed Ibn Auf mengambil sumpah konstitusional sebagai ketua Dewan Militer Transisi dan Kamal Abdul-Marouf Al-Mahi sebagai wakilnya," lapor televisi pemerintah Sudan TV, dilansir dari Free Malaysia Today, Jumat 12 April 2019.
 
Militer, lewat Ibn Auf, mengumumkan penggulingan Presiden Sudan Omar al-Bashir dan pemerintahannya. Dia lebih lanjut menyatakan keadaan darurat selama tiga bulan dan jam malam selama satu bulan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ibn Auf mengatakan bahwa Dewan Militer dibentuk untuk menjalankan negara selama masa transisi dua tahun. Dia mengumumkan juga penangguhan konstitusi sementara Republik Sudan dan penutupan ruang udara Sudah selama 24 jam.
 
Penutupan juga terjadi di seluruh perbatasan Sudan sampai pemberitahuan lebih lanjut.
 
Baca juga:Presiden Sudan Mengundurkan Diri
 
Sementara itu, Kelompok pegiat Sudan, Asosiasi Profesional Sudan (SPA) meminta militer segera menyerahkan kekuasaan kepada rakyat, untuk membentuk pemerintahan peralihan.
 
Protes anti-pemerintah telah berlangsung selama empat bulan akibat ekonomi yang tak berjalan dengan baik. Warga juga meminta Al-Bashir segera mengakhiri pemerintahan yang telah dipegangnya selama 30 tahun.
 
Demonstrasi di Sudan diawali dengan kekhawatiran warga mengenai melonjaknya harga roti dan bahan bakar minyak sejak Desember tahun lalu. Namun demo tersebut berubah menjadi penentangan terhadap Bashir.
 
Lebih dari 1.000 orang dilaporkan telah ditangkap sejak aksi protes dimulai di Sudan. Sejumlah grup hak asasi manusia mengatakan lebih dari 40 orang telah dibunuh dalam bentrokan dengan aparat keamanan Sudan.
 
Februari lalu, Al-Bashir telah mendeklarasikan status darurat nasional, membubarkan pemerintah federal dan memecat tiga menteri.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif