Presiden Zimbabwe Robert Mugabe terus didesak untuk mundur (Foto: AFP).
Presiden Zimbabwe Robert Mugabe terus didesak untuk mundur (Foto: AFP).

Partai Penguasa Zimbabwe Bersiap untuk Pecat Mugabe

Fajar Nugraha • 19 November 2017 06:56
Harare: Para petinggi dari Partai ZANU-PF,-yang berkuasa di Zimbabwe,- akan melakukan pertemuan pada Minggu 19 November hari ini. Mereka diperkiakan akan memecat Presiden Robert Mugabe dari kepemimpinan partai.
 
Pertemuan darurat itu diperkirakan akan berlangsung sekitar pukul 10.30 pagi. "Mereka mempertimbangkan untuk melengserkan Mugabe," pernyataan sumber dari kedua partai itu, seperti dikutip AFP, Minggu 19 November 2017.
 
ZANU-PF merupakan gabungan dua partai yang berkoalisi untuk membentuk kekuasaan. Selama 37 tahun Mugabe berkuasa di Zimbabwe dengan dukungan partai tersebut.

Empat hari terakhir, kekuasaan Mugabe seperti akan menuju kepada masa akhir. Militer menguasai pemerintah dengan melakukan operasi penangkapan terhadap kaki tangannya, yang dianggap sebagai pelaku kriminal.
 
Pada kesempatan terpisah, televisi nasional mengatakan bahwa Mugabe akan melakukan pertemuan dengan petinggi militer di hari Minggu. Tidak diketahui apa maksud dari pertemuan itu.
 
Protes di jalan
 
Massa mulai memenuhi jalanan ibu kota Zimbabwe, Harare pada Sabtu 16 November. Mereka menuntut Presiden Robert Mugabe mundur dari jabatannya.
 
(Baca: Rakyat Zimbabwe Turun ke Jalan Tuntut Mugabe Mundur).
 
Laporan dari sumber warga negara Indonesia (WNI) di Harare, massa membawa bendera dan beberapa membawa spanduk. 
 
"Hari ini, 18 November 2017, di Zimbabwe terpantau pergerakan konsentrasi massa, masyarakat telah bergerak di beberapa titik demonstrasi, guna menyuarakan turunnya Presiden Zimbabwe Robert Mugabe yang telah berkuasa selama 37 tahun," ujar WNI tersebut, kepada medcom.id.
 
Salah seorang demonstran yang mengenakan pakaian dan toga wisuda menuturkan, dia ingin mendapat pekerjaan. Dia mengungkapkan dirinya diwisuda hari ini.
 
"Kami di sini merayakan kegembiraan kami untuk kembali mendapatkan pekerjaan. Saya di wisuda hari ini, dan saya ingin mendapatkan pekerjaan," tukasnya.
 
(Baca: Negosiasi dengan Militer, Presiden Zimbabwe Menolak Mundur).
 
Sementara yang lainnya menambahkan mereka sudah menantikan hal ini sejak lama. Mereka ingin para pejabat yang sudah lama berkuasa digantikan.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan