Kejadian itu dilaporkan grup Amnesty International, seperti dikutip BBC, Kamis (3/11/2016). Amnesty mengatakan, orang-orang yang diduga memiliki hubungan dengan ISIS telah dipermalukan di depan umum, disiksa, dan dipukuli.
Pasukan khusus Irak menghentikan sementara serangan di distrik timur Mosul, Rabu 2 November, untuk kemudian menyisir sejumlah ruas jalan untuk mencari setiap pejuang ISIS yang masih tersisa.
ISIS menguasai kota Mosul pada Juni 2014.
Sementara itu ISIS merilis rekaman audio yang diduga suara pemimpinnya, Abu Bakr al-Baghdadi. Ia menyerukan kepada para pejuangnya untuk mempertahankan lokasi mereka dan melawan "musuh-musuh" hingga tetes darah penghabisan di Mosul.
Rabu 2 November adalah hari ke-17 dari operasi merebut kembali Mosul. Militer Irak bekerja bersama pejuang Peshmerga Kurdi, milisi Syiah, dan suku Arab Sunni, dengan dukungan pasukan udara dan darat dari koalisi multinasional pimpinan Amerika Serikat (AS).
Suku Sunni -- khususnya Pasukan Adat Sabawi -- diduga terlibat dalam serangan balas dendam selama beberapa pekan terakhir, ketika mereka bergerak melewati desa yang telah dibebaskan pasukan Irak.
Menurut laporan dari para saksi yang diwawancarai oleh Amnesty International, beberapa simpatisan ISIS diduga dikurung dalam kandang unggas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News