Seruan disampaikan Baghdadi dalam sebuah rekaman audio yang dirilis di internet.
"Jangan mundur. Mempertahankan lokasi Anda dengan kehormatan, tentu seribu kali lebih mudah daripada mundur secara memalukan," katanya seperti dilansir Daily Mail, Kamis (3/11/2016).
"Untuk semua rakyat Nineveh, terutama para pejuang, berhati-hatilah pada setiap kelemahan dalam menghadapi musuh Anda," kata Baghdadi, mengacu pada provinsi Irak utara yang merupakan ibukota Mosul.
Pada Juni 2014, beberapa hari setelah para pejuang militan menyapu bersih sejumlah kawasan Irak, ia yang biasanya jarang muncul tampil di depan publik di Mosul dan mengumumkan pembentukan sebuah "negara" Islam di Irak dan Suriah.
"Kekhalifahan" ISIS sudah terus menyusut sejak tahun lalu, dan pasukan Irak awal pekan ini mencapai Mosul, markas besar terakhir grup ekstremis itu di Irak.
Puluhan ribu pasukan Irak, didukung koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) dan serbuan pesawat tempur, melancarkan serangan besar-besaran ke Mosul sejak 17 Oktober.
Kantor berita AFP belum dapat mengofirmasi keaslian rekaman yang diduga suara Baghdadi.
Pasukan khusus Irak telah mempertahankan posisi mereka di Mosul, Selasa 1 November. Ini terjadi sehari setelah mereka memasuki kota kedua terbesar di Irak tersebut.
Mosul ditaklukkan dalam serbuan kilat ISIS pada musim panas 2014, jatuh ke tangan militan bersamaan dengan banyak lokasi di dataran Niniveh dan sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News