Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyebut angka tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring proses verifikasi. Pernyataan ini disampaikan di tengah kebuntuan diplomatik antara Teheran dan Washington pasca-eskalasi militer di kawasan Teluk.
"Salah satu isu yang terus dikejar oleh tim perunding kami dan dalam dialog di Islamabad adalah tentang ganti rugi akibat perang," tegas Mohajerani seperti dikutip dari Kantor Berita Tasnim, Selasa, 14 April 2026.
Ia menambahkan proses penghitungan kerusakan masih berlangsung secara bertahap dan berlapis. "Kerusakan-kerusakan itu biasanya perlu diperiksa dalam beberapa lapis," imbuhnya.
Laporan kerugian ini muncul setelah perundingan antara Iran dan AS di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan. Negosiasi yang berlangsung selama 21 jam tersebut ditutup pada Minggu (12/4) tanpa titik temu.
Konflik bermula dari serangan militer gabungan AS dan Israel ke wilayah Iran pada akhir Februari lalu. Serangan tersebut memicu jatuhnya ribuan korban jiwa dan luka-luka, yang kemudian dibalas Iran dengan menargetkan aset militer AS di sejumlah wilayah, termasuk Israel, Irak, Yordania, hingga kawasan Teluk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News