Pernyataan tersebut disampaikan di tengah memanasnya ketegangan antara Washington dan Teheran terkait program nuklir.
Mengutip laporan Iranian Student News Agency pada Minggu (19/4), Pezeshkian mempertanyakan otoritas AS dalam menentukan batasan bagi negaranya.
"Trump mengatakan Iran tidak dapat memanfaatkan hak nuklirnya, namun tidak menyebutkan untuk kejahatan apa. Siapakah dia yang berani merampas hak-hak suatu bangsa?," ujar Pezeshkian.
Di sisi lain, pemerintahan Trump tetap menegaskan bahwa pencegahan kepemilikan senjata nuklir oleh Iran menjadi prioritas utama kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
Sementara itu, Iran berulang kali membantah tengah mengembangkan senjata nuklir. Namun, Teheran secara tegas menolak segala bentuk pembatasan terhadap program nuklir yang mereka jalankan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News