NEWSTICKER
Kapal pesiar MSC Meraviglia ditolak di tiga negara terkait dugaan virus korona. Foto: AFP
Kapal pesiar MSC Meraviglia ditolak di tiga negara terkait dugaan virus korona. Foto: AFP

Khawatir Virus Korona, Kapal Pesiar Ditolak Berlabuh di 3 Negara

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona
Arpan Rahman • 27 Februari 2020 14:09
Mexico City: Kapal pesiar MSC Meraviglia yang ditolak dua negara di tengah ketakutan coronavirus sudah ditolak lagi oleh negara ketiga. Meksiko telah mencabut izin kapal pesiar untuk menurunkan ribuan penumpangnya setelah ditolak oleh Jamaika dan Cayman Islands.
 
Seorang pekerja kru Filipina diketahui jatuh sakit di kapal dan dikatakan telah berada di Manila dalam beberapa hari terakhir.
 
Wartawan Meksiko Jose Luis Carrillo publikasikan gambar sepucuk surat yang telah dilihatnya dari pihak berwenang di pelabuhan Cozumel di Meksiko. Isinya menunjukkan kedatangan kapal itu dilarang atas ketakutan virus korona.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: WHO: Kasus Baru Korona Lebih Tinggi di Luar Tiongkok.
 
Kantor berita Inggris melaporkan bahwa Otoritas Pelabuhan Meksiko membatalkan izin bagi kapal pesiar untuk mendarat di Cozumel. Seorang pejabat pelabuhan mengkonfirmasi bahwa itu karena ketakutan akan virus korona.
 
Namun, perusahaan kapal pesiar -- MSC Cruises -- membantah laporan itu, dan juru bicara Luca Biondolillo mengatakan kepada Mirror Online bahwa mereka telah menerima otorisasi buat berlabuh dari Kementerian Kesehatan Meksiko.
 
Dimengerti bahwa Kementerian Kesehatan akan naik ke kapal dan memeriksa catatan medis yang menunjukkan bahwa pekerja kru itu diketahui menderita flu musiman biasa dan tidak ada seorang pun di dalamnya yang menderita virus korona.
 
Mereka akan membuat keputusan akhir -- bukan otoritas pelabuhan. MSC mengatakan ini adalah apa yang tidak terjadi di Jamaika atau Cayman Islands.
 
"MSC Cruises dengan senang hati mengonfirmasi bahwa mereka baru saja menerima otorisasi resmi dan final dari otoritas kesehatan setempat di Negara Bagian Quintana Roo, Meksiko untuk menuju Cozumel,” ujar Biondolillo.
 
"Kapal itu akan tiba di sana malam ini, waktu setempat," ucap dia, dikutip dari Daily Mirror, Kamis 27 Februari 2020.
 
Biondolillo membagikan salinan sertifikat dari Kementerian Kesehatan Meksiko. Sebuah rencana perjalanan untuk kapal menunjukkan bahwa kapal itu akan berada di perairan internasional pada 28 Februari tetapi perhentian berikutnya adalah Bahama, di Ocean Cay.
 
Laporan kapal ditolak izin untuk berlabuh di Meksiko muncul setelah MSC Cruises mengatakan sebelumnya mereka ‘diperkirakan’ dapat menurunkan penumpang di pelabuhan Cozumel.
 
Juru bicara MSC Cruises Robin Roothans berkata: "Kami memang dalam perjalanan ke Cozumel, Meksiko dan didorong oleh percakapan yang telah kami lakukan dalam beberapa jam terakhir dengan pihak berwenang setempat.
 
"Jelas, mengingat fakta-fakta, dan bertentangan dengan apa yang terjadi di Jamaika dan Grand Cayman, kami yakin para penumpang kami akan dapat pergi ke darat. Kami akan mengikuti protokol lokal yang berlaku,” tegasnya.
 
"Mengenai kompensasi: ini benar sekali. Kami menawarkan kompensasi yang besar untuk setiap penumpang. Kami pikir itu adil dan hal yang benar untuk dilakukan,” tutur Roothans.
 
Perusahaan itu telah merilis pernyataan dengan mengatakan pihaknya "sangat kecewa" dengan otoritas Jamaika dan kapal itu "secara efektif ditolak hanya berdasarkan ketakutan."
 
Mereka mengklaim Otoritas Jamaika kemarin menunda keputusan selama berjam-jam untuk memberikan izin bagi kapal untuk menurunkan tamu. Meskipun pihak kapal telah memberikan catatan medis terperinci kepada kesehatan setempat dan otoritas nasional sebelum kedatangannya sesuai dengan protokol normal.
 
"Demikian pula, keputusan yang diambil semalam oleh otoritas Grand Cayman untuk menolak turun di Georgetown dibuat bahkan tanpa meninjau catatan medis kapal, yang menunjukkan satu kasus flu musiman umum (influenza tipe A) yang mempengaruhi satu anggota kru dengan riwayat perjalanan jelas tidak menunjukkan bagian-bagian melalui wilayah yang terkena COVID-19 (Coronavirus) atau tunduk pada batasan kesehatan internasional apa pun,” sebut pihak MSC Cruises.
 
"Dalam kedua contoh, kapal secara efektif ditolak hanya karena ketakutan," pungkasnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif