Serangan rudal Iran menghantam kota Haifa, Israel. (foto: AFP)
Serangan rudal Iran menghantam kota Haifa, Israel. (foto: AFP)

Rudal Iran Hantam Haifa, Dua Orang Tewas

Adri Prima • 06 April 2026 14:39
Ringkasnya gini..
  • Iran kembali meluncurkan serangan rudal ke pusat kota Haifa, Israel bagian utara, Minggu, 5 April 2026 waktu setempat.
  • Tim penyelamat mengevakuasi dua jenazah dari reruntuhan gedung. Dua orang lainnya masih dilaporkan hilang atau terjebak.
  • Sepanjang akhir pekan, Iran dilaporkan memperluas serangan ke sejumlah infrastruktur energi di Timur Tengah.
Jakarta: Iran kembali meluncurkan serangan rudal ke pusat kota Haifa, Israel bagian utara, Minggu, 5 April 2026 waktu setempat. Tim penyelamat mengevakuasi dua jenazah dari reruntuhan gedung.
 
Proses pencarian masih berlangsung untuk menemukan dua orang lainnya yang dilaporkan hilang atau terjebak. Ledakan juga memicu kebakaran hebat serta membuat struktur bangunan terancam runtuh sepenuhnya.
 

Serangan Meluas ke Kawasan Teluk


Ketegangan turut meluas ke kawasan Teluk. Sepanjang akhir pekan, Iran dilaporkan memperluas serangan ke sejumlah infrastruktur energi di wilayah tersebut. Fasilitas petrokimia di Kuwait, Bahrain, hingga Uni Emirat Arab (UEA) menjadi sasaran drone dan rudal.
 
Otoritas Abu Dhabi melaporkan adanya puing yang jatuh setelah mengoperasikan sistem pertahanan udara.
Insiden itu menyebabkan seorang warga negara Ghana terluka di kawasan industri Musaffah. Kementerian Pertahanan UEA mencatat telah mencegat 50 drone, satu rudal jelajah, dan sembilan rudal balistik Iran dalam satu hari.

Di Kuwait, militer terus berupaya menangkal serangan yang masuk. Melalui media sosial X, Staf Umum Angkatan Darat Kuwait mengimbau masyarakat tetap tenang.
 
"Staf Umum Angkatan Darat mencatat bahwa jika terdengar suara ledakan, itu adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan musuh. Semua orang diminta untuk mematuhi instruksi keamanan dan keselamatan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang yang kompeten,” tulis pernyataan resmi otoritas Kuwait.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan