Sebuah pesawat tanpa awak alias drone milik Turki saat dipamerkan di Istanbul, 20 September 2018. (Foto: AFP/OZAN KOSE)
Sebuah pesawat tanpa awak alias drone milik Turki saat dipamerkan di Istanbul, 20 September 2018. (Foto: AFP/OZAN KOSE)

Pemberontak Tembak Drone Turki di Bandara Libya

Internasional konflik libya
Arpan Rahman • 01 Juli 2019 11:08
Tripoli: Pasukan pemberontak Libya di bawah pimpinan Jenderal Khalifa Haftar menembak sebuah pesawat tanpa awak atau drone milik Turki di sebuah bandara di Tripoli. Turki merupakan salah satu negara yang membantu pemerintahan resmi Libya atau GNA dalam melawan Pasukan Nasional Libya (LNA) milik Haftar.
 
"Pesawat (jet) tempur kami menghancurkan pesawat Bayraktar milik Turki yang hendak lepas landas," ujar LNA dalam pernyataan di laman Facebook, dilansir dari Al Jazeera, Senin 1 Juli 2019.
 
Menurut LNA, pesawat Turki tersebut tengah "dipersiapkan untuk menyerang posisi pasukan kami."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya pada Minggu 30 Juni, Kementerian Luar Negeri Turki menuduh LNA telah menahan enam warganya. Ia memperingatkan LNA bahwa pasukan Haftar akan menjadi "target serangan" jika keenam warga Turki itu tidak segera dibebaskan.
 
Berbeda dari keterangan Turki, LNA menyebut telah menahan dua warga Turki di kota Ajdabiya.
 
Ankara telah memasok drone dan truk kepada pasukan aliansi GNA. Sementara LNA milik Haftar mendapat dukungan dari Uni Emirat Arab dan juga Mesir.
 
Turki menegaskan ikut serta dalam konflik di Libya untuk mendukung "perdamaian dan stabilitas regional."
 
LNA melancarkan serangan pada 4 April untuk merebut Tripoli dari tangan GNA. Namun usaha tersebut tidak berhasil, dan LNA telah didorong mundur dari wilayah ibu kota.
 
Pekan kemarin, milisi pro GNA telah berhasil merebut kota strategis Gharyan dari tangan LNA. Kota berhasil direbut dalam sebuah serangan kejutan, yang merupakan pukulan telak bagi simpatisan Haftar.
 
Libya terjungkal dalam kekacauan sejak pemberontakan didukung NATO yang menggulingkan dan membunuh penguasa lama Muammar Khadafi pada 2011. Banyak milisi berlomba menguasai negara kaya minyak tersebut.
 
Haftar, purnawirawan jenderal yang ikut serta dalam pemberontakan melawan Khadafi, melancarkan serangan pada Mei 2014 guna membersihkan Libya dari sejumlah kelompok bersenjata yang dia labeli "teroris."
 
Baca:Pasukan Libya Rebut Kota Kunci dari Pemberontak
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif